Terkini.id, Jakarta – Peristiwa heboh terjadi di Thailand dan terekam kamera CCTV beberapa waktu lalu. Seorang pria terekam meludahi wajah orang lain saat mengantri untuk membeli tiket kereta api.
Belakangan, pria tersebut diketahui positif virus corona. Dia juga kemudian ditemukan meninggal di gerbong kereta api.
Melansir Daily Mail, Kamis 2 April 2020, pria tersebut yakni Anan Sahoh, 56, ditemukan tewas terpuruk di kereta penumpang pada hari Senin setelah dia sebelumnya terlihat ‘batuk dan muntah’ selama perjalanan.
Rekaman CCTV di stasiun Bangkok menunjukkan dia meludahi seorang pria yang membeli tiket dari sebuah mesin membuat petugas kesehatan khawatir.
Dia meludah ke penumpang yang tidak dikenal di stasiun Bang Sue di Bangkok, di mana dia naik kereta pada hari Senin.
- Matangkan Persiapan Porsenijar, Wakil Bupati Sidrap Tinjau Langsung Kesiapan Lokasi
- Hari Kartini, Kaukus Parlemen DPRD Sulsel Usul Perda Perlindungan Anak
- Haris Abdul Rahman Resmi Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Sulsel Periode 2024-2029
- Kasus Pengadaan Seragam Gratis Pemkab Lutim Naik Penyidikan, Jaksa Segera Ekspose Perkara
- Hj. Rita A. Latief, Sosok Perempuan Aktif yang Menguatkan Peran Publik dan Keluarga
Pemeriksaan suhu di stasiun dilaporkan menunjukkan angka normal 96,8F (36C), sehingga tidak ada yang curiga.
Akan tetapi, Anan mengalami batuk dan muntah selama perjalanan dan petugas kereta kemudian mengambil foto dirinya dan KTP.
Saat itu, kondisi Anan membaik pada saat kereta mencapai stasiun Hua Hin.
Pemeriksaan suhu lain tidak menemukan perubahan.
Petugas sebenarnya sudah menyarankan Anan untuk beristirahat di Hua Hin, namun dia bersikeras untuk melanjutkan perjalanannya.
Sekitar jam 10.15 malam, petugas kereta menemukan penumpang tersebut ambruk di depan toilet ketika kereta mencapai distrik Thap Sakae.
Petugas medis melakukan tes pada mayatnya yang menunjukkan hasil positif untuk Covid-19. Dia juga diketahui menderita diabetes.
Penumpang lainnya kemudian dievakuasi dari gerbong yang kemudian diputus dari sisa kereta dan didesinfeksi oleh pekerja yang mengenakan pakaian pelindung.
Petugas Cari Penumpang yang Diludahi

Direktur State Railway Thailand, Thakoon Intrachom, mengungkapkan, pihaknya saat ini khawatir tentang seorang pria yang diludahi dalam rekaman kamera keamanan tersebut.
“Kami awalnya berkoordinasi dengan polisi kereta api tetapi mereka belum menemukannya.
“Kami ingin mengumumkan bahwa jika ada yang mengenalnya atau dia telah mendengar berita itu, dia harus segera pergi ke rumah sakit.”
Para petugas medis mengatakan, Anan yang sudah mati, tinggal di Thailand selatan.
Ia baru-baru ini kembali dari Pakistan dan melewati Bandara Suvarnabhumi di negara itu.
Dia memiliki sertifikat kesehatan ‘layak untuk terbang’, dan tidak ditandai sebagai risiko kesehatan dengan pemindaian termal atau pemeriksaan suhu di bandara.
Pejabat kereta api mengatakan mereka telah mengirim daftar 15 penumpang yang naik kereta yang sama dengan penumpang yang meninggal ke kantor kesehatan masyarakat.
Sebelas lainnya telah dikarantina, termasuk dua staf stasiun kereta api dari stasiun kereta api Bang Sue, seorang penjaga keamanan, tujuh pekerja kereta api dan seorang petugas polisi kereta api.
Tidak jelas kapan lelaki itu tiba kembali di Thailand. Dia membawa sertifikat kesehatan yang dikeluarkan oleh seorang dokter di Pakistan pada 26 Maret.
Keadaan darurat yang mulai berlaku Rabu lalu melarang masuk ke Thailand kecuali untuk diplomat dan Thailand.
Siapa pun yang tiba di negara itu harus memiliki sertifikat kesehatan dan menghabiskan 14 hari di karantina sendiri.
Jumlah infeksi di Thailand telah melonjak melewati 1.700 – naik lebih dari 60 persen dari minggu lalu – dan jumlah kematian meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 13.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
