Viral Ribuan Warga Selandia Baru Khusyuk Dengarkan Khutbah Jumat

Ribuan Warga Selandia baru berkumpul.(stuff.co.nz/ALDEN WILLIAMS)

Terkini.id – Ribuan orang berkumpul dan menghadiri kegiatan salat yang dipimpin oleh imam Masjid Al Noor Gamal Fouda di Hagley Park, di Christchurch, Jumat 22 Maret 2019.

Dalam khutbahnya, Fouda menjelaskan kepada orang banyak, bahwa ‘Dunia akan melihat keindahan Islam, dan keindahan persatuan di negeri tersebut.’

Dia mengatakan, 50 korban yang kehilangan nyawa dalam serangan 15 Maret adalah “bukan cuma syuhada Islam, mereka juga syuhada Selandia Baru”.

Fouda menambahkan bahwa kemartiran (terkait korban Chirsturch) adalah kehidupan baru bagi Selandia Baru dan kesempatan untuk kemakmuran bagi banyak orang.

“Dengan semua corak keragaman kita adalah bukti kemanusiaan kita. Kita ada di sini dalam ratusan dan ribuan kita, disatukan untuk satu tujuan – kebencian itu akan dibatalkan.”

Dia juga menyampaikan banyak terima kasih kepada semua warga Selandia Baru.

“Terima kasih untuk haka Anda, terima kasih untuk bunga Anda, terima kasih atas cinta dan kasih sayang Anda.

“Kepada PM kami, terima kasih. Terima kasih atas kepemimpinan Anda, ini telah menjadi pelajaran bagi para pemimpin dunia… terima kasih telah menyatu dengan kami. Terima kasih kepada pemerintah Selandia Baru dan semua orang luar biasa yang telah menunjukkan kepada kami bahwa kita penting dan tidak dilupakan,” terang dia seperti dilansir dari stuff.co.nz.

Chris Skelton/Stuff

Dia juga berterima kasih kepada paramedis garis depan yang “mempertaruhkan nyawanya”, mereka yang menepikan mobil mereka untuk membawa yang terluka ke rumah sakit, mereka yang menyediakan makanan dan tetangga yang membuka pintu mereka.

“Terima kasih, NZ, telah menunjukkan kepada dunia apa artinya mencintai dan peduli,” kata pembicara.

Fouda pun terus memuji Kiwi, dari semua ras dan agama.

“Kami telah menunjukkan Selandia Baru tidak bisa dipecahkan,” katanya.

Dia juga mengingatkan tentang Islamofobia yang nyata. “Kami menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia, termasuk Selandia Baru untuk mengakhiri pidato kebencian dan politik ketakutan,” kata dia.

“Insiden minggu lalu adalah bukti dan bukti bahwa terorisme tidak memiliki warna, tidak ada ras dan tidak ada agama.”

Dia menambahkan bahwa supremasi kulit putih adalah ancaman bagi umat manusia, dan “ini harus berakhir sekarang”.

Pada Jumat siang itu, ribuan orang berkumpul di Hagley Park untuk melakukan penghormatan kepada mereka yang kehilangan nyawa dalam serangan pekan lalu.

Panggilan untuk berdoa akan terdengar pada jam 1.30 siang, diikuti oleh dua menit keheningan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Info 13 Juta Orang Gila Mencoblos Itu Hoax

Terkini.id, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menyampaikan Haikal Hassan melalui media sosial (twitter.com/haikal_hassan) tentang orang gila yang ikut
News

KPU: Sudah 225 Orang Petugas KPPS Wafat

Terkini.id, Jakarta - Jumlah anggota panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat bertugas bertambah menjadi 225 orang.Komisioner KPU Viryan Aziz mengungkapkan,