Terkini.id – Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern sangat mengapresiasi kesigapan polisi yang menangkap Brenton Tarrant, teroris penembak masjid di Christchurch.
Dalam konferensi pers di Christchurch, Ardern mengatakan dia bakal memberi penghargaan terhadap dua polisi yang menangkap Tarrant.
Peristiwa penangkapan Tarrant oleh dua polisi tersebut diwarnai dengan aksi layaknya dalam sebuah film action.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat polisi tersebut dengan sengaja menabrakkan kendaraannya ke mobil yang dikendarai Tarrant saat melakukan aksi biadabnya.
Polisi itu berhasil meringkus Tarrant setelah menghantam mobil Tarrant dari samping menggunakan mobil patroli.
- Timnas Indonesia U-2O Kalah Dari Selandia Baru, Shin Tae-yong: Masalah di Finishing
- Diam-diam Peggy Melati Sukma Menikah, Dipinang Pengusaha Selandia Baru, Imam Shamsi Ali: Terkejut
- Berikut Kunci Sukses Penanganan Corona di Negara ini
- Seorang Supir di Selandia Baru Larang Wanita Muslim Naik Bus
- Masika ICMI Sulsel Sampaikan Duka Cita Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru
Pada video tersebut tampak ban mobil Tarrant bagian kanan terangkat dan terjepit di selokan usai ditabrak mobil polisi. Lalu kemudian dua petugas bersenjata mengacungkan senjatanya ke Tarrant.
Tarrant masih di dalam mobil saat dua petugas mendekati mobil dengan senjata mereka. Dengan berhati-hati seorang petugas masuk ke dalam kendaraan dan menyeret Tarrant keluar.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan Tarrant bergerak cepat setelah melakukan pembunuhan di Masjid Al Noor menuju ke Masjid Linwood yang berjarak sekitar lima km.
Perdana Menteri berusia 38 tahun itu juga berkata jika saja kedua polisi itu tidak menabrakkan mobilnya dan menghentikan Tarrant, teroris 28 tahun itu bakal terus melanjutkan aksinya.
“Polisi langsung merespon dan menangkap Tarrant sekitar 36 menit setelah laporan kepada mereka dilayangkan. Ini menunjukkan polisi merespon dengan cepat panggilan yang mereka terima berkaitan dengan serangan tersebut,” ujar Ardern saat menggelar konfrensi pers, Sabtu 16 Maret 2019, kemarin.
Tarrant diidentifikasikan sebagai pria Australia. Ia menggunakan GoPro untuk merekam aksi terorismenya mengemudi ke masjid mendengarkan musik rakyat dengan setidaknya enam senjata di lantai mobilnya.
Tarrant juga memposting manifesto 73 halaman ke Twitter sebelum pembunuhan. Dalam manifesto itu ia mengatakan dirinya sebagai supremasi kulit putih.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
