Viral Salat Jenazah Peti Tetap dalam Ambulans, MUI Angkat Bicara

Salat jenazah digelar sejumlah orang meski peti tetap berada dalam ambulans. (Foto: Facebook)

Terkini.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara terkait video viral salat jenazah seorang dokter, dr Andhika Kesuma, yang wafat akibat Covid-19 disalatkan dalam kondisi peti jenazah tetap berada dalam ambulans.

Sekjen MUI Anwar Abbas menyampaikan bahwa kejadian tersebut tak perlu dipermasalahkan.

Menurutnya, salat jenazah dalam video viral itu sudah sudah sesuai dengan ketentuan agama dan protokol kesehatan.

“Tidak ada masalah. Apalagi kita lihat posisi mobil jenazahnya juga sudah disesuaikan dengan ketentuan tentang posisi jenazah ketika disalatkan,” kata Anwar, Senin, 3 Agustus 2020 seperti dikutip dari detikcom.

Ia pun mengungkapkan kesedihannya terkait video tersebut lantaran Indonesia kembali kehilangan sosok dokter yang berjuang melawan Covid-19.

Menarik untuk Anda:

“Saya secara pribadi terus terang merasa sedih tapi sekaligus juga bahagia,” ujarnya.

Adapun perasaan bahagia itu, kata Anwar, muncul karena keluarga dan umat tetap berusaha menunaikan kewajiban atas yang sudah meninggal.

“Di tengah situasi sulit karena ada COVID-19 mereka tetap berusaha untuk bisa menyelenggarakan salat jenazah dari si mayat meski tidak secara biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, viral sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang melakukan salat jenazah di area terbuka dan jenazah disebut berada dalam peti di ambulans.

“Bisa menjadi contoh untuk salat jenazah penderita COVID yang lain. Jenazah sudah terbungkus rapi berada di dalam ambulans saat disalatkan. Ini bisa menjadi solusi yang smart, dengan tanpa perlu meninggalkan syariat yang harus dikerjakan,” kata netizen yang mengunggah video itu.

Belakangan diketahui bahwa jenazah yang disalatkan tersebut adalah dokter Andhika Kesuma, yang wafat setelah dirawat karena terpapar Covid-19.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Sudah Bunuh Pendeta dan Warga, OPM Kini Tantang TNI Perang

Satu Dokter Paru-paru Gugur, 135.000 Rakyat Indonesia Kehilangan Layanan Kesehatan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar