Terkini, Jeneponto – Heboh di media sosial Kepala Inspektorat Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Maskur dituding mengintervensi banyak ASN Jeneponto terutama para Kepala Desa, Kepala Sekolah SD, SMP Kepala Puskesmas, Kepala Seksi, Kepala Bidang dan Kepala Dinas dan beberapa ASN lainnya di Jeneponto diperintahkan untuk mendukung dan memilih bakal calon Bupati Jeneponto.
Tudingan itu ramai diperbincangkan netizen setalah aku Facebook @Panglima Turatea memposting surat terbuka untuk Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri di grup Facebook JENEPONTO MENUJU PEMIMPIN BARU.
Berikut isi surat terbuka yang diposting akun Facebook @Panglima Turatea.
“SURAT TERBUKA UNTUK PJ BUPATI JENEPONTO
Kepada Bapak PJ Bupati Jeneponto Junaedi Bakri, S.Sos.,MH
- Kinerja Solid PJM Wilayah 2: Laba Bersih Tembus 206 Persen dari Target di Tengah Tantangan Global
- Telkomsel Perkuat Layanan Inklusif untuk 'Teman Tuli' di GraPARI Area Pamasuka
- Wakil Gubernur Sulsel Perkuat Sinergi Pemprov dan BKKBN Percepat Penurunan Stunting
- Kalla Beton Ikut Berkontribusi pada Proyek Pembangunan Sekolah Garuda Kendari
- Perkuat Kesiapsiagaan, Kalla Rescue Berlatih di Pulau Samalona 2026
Dengan ini kami sampaikan kepada Bapak PJ Bupati Jeneponto bahwa Kepala Inspektorat Jeneponto telah kami menduga melakukan penyalagunaan wewenang dalam menghadapi proses Pilkada Jeneponto, yang dimana telah banyak ASN Jeneponto terutama para Kepala Desa, Kepala Sekolah SD, SMP Kepala Puskesmas, Kepala Seksi, Kepala Bidang dan Kepala Dinas dan beberapa ASN lainnya di Jeneponto diperintahkan untuk mendukung dan memilih bakal calon Bupati Jeneponto, dan jika hal ini tidak diindahkan ataupun tidak diikuti instruksinya, maka Kepala Inspektorat dan beberapa jajarannya mengancam para Kepala Desa, Kepala Sekolah SD, SMP Kepala Puskesmas, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala Dinas dllnya akan diproses temuannya ataupun akan dipersulit dalam berbagai pelaporan keuangan instansi tersebut.
Dengan adanya dugaan penyalagunaan wewenang oleh Kepala Inspektorat Jeneponto, melalui surat terbuka ini, kami meminta kepada Bapak PJ Bupati Jeneponto untuk dapat mengevaluasi kinerja Kepala Inspektorat Jeneponto dan melakukan pengawasan dengan baik agar instansi Inspektorat tetap berada pada garis netralitas”.
Screenshot postingan itu pun beredar di grup whatsapp dan menjadi bahan perbincangan penghuni beberapa grup whatsapp.
Hal itu pun langsung direspon oleh Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri di grup whatsapp SAMBORITTA.
“Salah satu tugas pj memang memastikan proses pemilu dan pilkada berjalan dengan baik sesuai aturan, saya tetap atensi seluruh info-info yang masuk baik langsung ke saya maupun medsos. Kita jaga bersama kesejukan dan kedamaian yang sudah terbangun selama ini,” kata Junaedi Bakri,” Jumat, 17 Mei 2024.
Terkait dengan tudingan tersebut, Kepala Inspektorat Jeneponto, Maskur membantah bahwa dirinya mengintervensi ASN, Kepala Desa dan Kadis untuk memilih bakal calon Bupati.
“Apa yang di posting di media sosial itu saya anggap peringatan bagi saya, yang tidak benar adalah tudingan bahwa saya mengintervensi ASN, Kadis, Kepala Sekolah hingga Kepala Desa, itu yang salah,” kata Maskur kepada Terkini saat dikonfirmasi melalui telpon whatsappnya, Jumat, 17 Mei 2024.
Maskur juga mengatakan, dalam Pilkada serentak di Jeneponto belum ada calon yang ditetapkan oleh KPU,” Belum masuk tahapan, tidak adapi juga calon, bakal calon yang ramai dibicarakan selama ini belum tentu jadi calon,” ungkap Maskur.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
