Viral Wanita Disuruh Tes Keperawanan Setiap Bulan Oleh Orang Tua, Begini Tanggapan Dokter

Viral Wanita Disuruh Tes Keperawanan Setiap Bulan Oleh Orang Tua, Begini Tanggapan Dokter

R
Siti Hafadzoh
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, viral di media sosial TikTok video wanita yang disuruh cek keperawanan setiap bulan oleh orang tuanya.

Mau heran, tapi itu ortu gue,” tulis pengunggah video, @penneaglio pada Rabu, 4 Mei 2022.

Pemilik akun tersebut mengatakan, ia pernah melakukan tes keperawanan di rumah sakit untuk berkas pekerjaan. Tapi, ia menjelaskan lagi, maksud dari video ini bukan dicek ke dokter setiap bulan.

Tapi di bandingkan perubahan nya dari bulan ke bulan oleh Ibuk dan sodara yang kerja sbg tenaga kesehatan,”

So, buat kalian yg tanya kok ga risih? Kok nurut aja? Coba deh rasain sekali kali jadi strick parents, makasih ya yang udah paham,” lanjutnya di kolom komentar.

Baca Juga

Unggahan ini menuai berbagai respons dari netizen, ada yang menentang hal ini karena tidak ada tes keperawanan dalam istilah medis.

Dalam istilah kedokteran gk ada namanya tes keperawanan,” komentar @zi**.

Cek keperawanan emang ada? setau aku gaada soalnya setiap org beda beda,” kata @di**a.

Namun, tak sedikit pula netizen yang mengaku mengalami hal serupa.

SAMA!! Berhenti sejak gw uda ada yg melamar skrg,” ujar @ur****rl.

EH SAMA AN*** KALO GUA 3 BULAN SEKALI,” komentar @si***h.

Sya punya anak cewek sya akan buat begitu karna jaman skrg sangat takut klo ngk diperhatikan anak perempuan,” @yol****_**fir***.

Menanggapi video ini, dokter sekaligus seleb TikTok, dr. Farhan Zubaedi memberikan penjelasan tentang tes keperawanan.

“Izinkan aku memberikan sedikit informasi mengenai hal ini. Jadi, tes keperawanan itu secara medis tidak ada. Tidak terbukti bahwa pemeriksaan ini bisa melihat apakah seseorang masih perawan atau tidak,” jelas Farhan video yang diunggah pada akun @dr.Farhan M pada 6 Mei 2022.

“Tes ini dilakukan untuk melihat apakah ada robekan di selaput dara dengan cara dilihat atau dimasukkan dua jadi ke ‘miss V’ untuk melihat keelastisitasan si ‘miss V’ tersebut,” lanjutnya.

Farhan mengatakan, tes keperawanan tidak terbukti bermanfaat secara medis. Menurutnya, istilah ‘perawan’ sendiri berasal dari sosial, norma, dan budaya.

Selaput dara bisa robek bukan hanya karena berhubungan badan. Bisa juga disebabkan oleh aktivitas lain, seperti olahraga.

“Jadi, aku pengen menutup video ini dengan mengatakan, sudah seharusnya tes keperawanan ini ditinggalkan karena tidak terbukti bermanfaat secara medis, serta tidak etis, dan juga meninggalkan dampak buruk bagi fisik, mental, dan juga sosial orang yang mengalaminya,” tutup Farhan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.