Masuk

Wacana Pembuatan Super App, Johnny: Kalau Itu Bisa Dilakukan, Luar Biasa Untuk Kita

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Wacana super app akan direalisasikan, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) buka suara soal bagaimana nasib aplikasi Peduli Lindungi.

Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengatakan ingin menggabungkan banyak aplikasi dari lembaga ke dalam satu aplikasi, yaitu super app.

Melansir dari CNN Indonesia, Dedy Permadi juru bicara Kominfo menjelaskan bahwa semua itu sedang dalam tahap perencanaan.

Baca Juga: Pertanyakan Kebijakan Beli Minyak Goreng Harus Pakai NIK atau Peduli Lindungi, Said Didu: Kenapa Harus Bebani Rakyat?

“Masih dalam tahap perencanaan,” ujar Dedy saat ditanya mengenai peduli lindungi jika super app digelar.

Dedy pun enggan berkomentar saat disinggung pasal keamanan siber, mengenai anggaran dan potensi kebocoran data jika diintegrasikan menjadi super app.

“Saat ini kementrian Kominfo sedang memasuki tahap perencanaan dan tahap pengembangan awal aplikasi Generik Pemerintah Terintegrasi (SuperApp),” tambahnya.

Baca Juga: Sindir Kebijakan Luhut Beli Minyak Goreng Pakai Peduli Lindungi, Dokter Tifa: Penjara INDONESIA Sipirnya Voldemort Versi Kumisan

Terhitung saat ini terdapat 24.400 aplikasi pemerintah dan lembaga. Mengingat banyaknya aplikasi tersebut, membuatnya berpikir hal tersebut tidak efisien.

“Di setiap kementrian dan lembaga pemerintah daerah memiliki aplikasi yang berbeda-beda di setiap sub unitnya, sangat tidak efisien,” ungkap Johnny pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022, dikutip dari kanal YouTubenya, Senin, 11 Juli 2022.

Ia menganggap bahwa untuk menilai perlu adanya integrasi dan penataan ulang sejumlah aplikasi hingga menjadi super app.

Ia menambahkan bahwa setiap kementrian dan lembaga aplikasinya akan dipadamkan satu persatu, dan dipindahkan ke super app tersebut.

Baca Juga: Berani, Singgung AS Soal Peduli Lindungi, Mahfud MD: Indonesia Lebih Baik dari Amerika Serikat!

Ia juga menjelaskan bahwa aplikasi super app memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan menghemat biaya anggaran ketimbang saat ini.

“Kalau itu bisa dilakukan, luar biasa untuk kita,” ungkapnya.