Waduh! PPNI Ancam Mogok Nasional, Ini Tuntutannya!

Waduh! PPNI Ancam Mogok Nasional, Ini Tuntutannya!

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah menyebut pihaknya mempertimbangkan menggelar aksi mogok nasional tenaga kesehatan.

Hal itu disampaikan Harif dalam aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang hari ini masuk pembahasan tahap dua di DPR RI.

“PPNI sudah rapat kerja nasional pada tanggal 9-11 Juni 2023 lalu di Ambon. Sudah menyepakati salah satu opsinya adalah mogok nasional,”demikian penjelasan Harif dalam orasinya di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 11 Juli 2023.

Bahkan Harif menyebut PPNI bakal berkoordinasi dengan organisasi profesi tenaga kerja kesehatan lainnya seperti Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Kelima organisasi profesi tersebut kata dia akan menggelar aksi menuntut agar rancangan undang-undang (RUU) Omnibus Law Kesehatan ditunda.

Diberitakan sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebutkan sejumlah isu strategis di dalam pengesahan RUU tersebut yang dinilai perlu dipertimbangkan.

“Penyusunan RUU Kesehatan tidak secara memadai memenuhi asas krusial pembuatan undang-undang, yaitu asas keterbukaan atau transparan, partisipatif, kejelasan landasan pembentukan (filosofis, sosiologis dan yuridis), dan kejelasan rumusan,”beber PB IDI dalam keterangan tertulisnya.

PB IDI juga menilai tidak ada urgensi dan kegentingan mendesak untuk pengesahan RUU Kesehatan saat ini. 

PB IDI menilai 9 UU Kesehatan yang ada saat ini masih relevan digunakan dan tidak ditemukan adanya redundancy dan kontradiksi antar satu sama lain.

“Berbagai aturan dalam RUU berisiko memantik destabilitas sistem kesehatan serta mengganggu ketahanan kesehatan bangsa,” lanjut keterangan PB IDI.

Pengesahan RUU ini disebut menuai begitu banyak kontroversi dan dianggap bisa melahirkan kelemahan penerimaan dan implementasi undang-undang (reluctant compliance) yang ujungnya bermuara pada konflik dan ketidakstabilan bidang kesehatan.

Seperti dipantau Suara.com jaringan terkini.id, massa aksi sudah berada di depan Gedung DPR sejak pukul 08.15 WIB. 

Massa diawali dengan kedatangan para anggota PPNI. Hingga saat ini, peserta aksi belum memulai demonstrasi.

Adapun kondisi di Jalan Gatot Subroto arah Slipi tepat di depan Gedung DPR masih terpantau ramai lancar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.