Terkini.id, Jakarta – Syarief Hasan selaku Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menyoroti utang negara yang dianggapnya telah melebihi setengah aset negara.
Syarief Hasan lantas mempertanyakan bagaimana komitmen pemerintah dalam mengelola utang negara yang diketahui saat ini melebihi setengah aset negara yang dimiliki Indonesia.
Melansir Pikiran rakyat pada Jumat, 24 September 2021, berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), utang negara Indonesia saat ini sudah mencapai Rp6.626,4 triliun.
Jika dipersentasekan, utang negara saat ini mencapai 59,70 persen, sedangkan aset negara yang dimiliki Indonesia sebesar Rp11.098,67 triliun.
Olah karena itu, persentase tersebut telah melebihi rekomendasi dari IMF yakni sebesar 25-35 persen.
Bahkan, BPK kini telah mengingatkan bahwa terdapat potensi gagal bayar Indonesia terhadap utang.
Atas utang negara yang kini dinilai telah melebihi setengah aset negara, Syarief menilai bahwa pemerintah sudah seharusnya dapat mengambil langkah strategis dan hati-hati.
“Seharusnya, pemerintah juga ikut berhati-hati dalam pengelolaan utang luar negeri yang semakin membludak ini,” ucap Syarief.
“Pemerintah juga seharusnya mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan utang lua rnegeri pada sektor yang belum tentu krusial,” lanjutnya.
Selanjutnya, Syarief juga menyoroti pengelolaan keuangan negara Indonesia pada Kuartal II tahun 2021 yang semakin memprihatinkan.
“Dari berbagai kajian akademisi menunjukkan bahwa persentasi utang Indonesia terhadap aset negara kini telah mencapai 59,70 persen,” ungkapnya.
“Persentase utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto juga hampir mencapai 42 persen yang tentu sangat berbahaya bagi Indonesia dan menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
