Politisi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun yang juga Anggota Komisi XI DPR RI, meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan kepada publik soal kemampuan pemerintah membayar utang guna membangun kepercayaan terhadap pemerintah.
Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRES), Marwan Batubara melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintahan Presiden Jokowi soal Pemindahan Ibu Kota Baru.
Ekonom senior, Faisal Basri mengungkapkan bahwa aliran utang negara yang makin membengkak di era Pemerintahan Presiden Jokowi saat ini bukan karena pandemi Covid yang sudah berlangsung selama 2 tahun.
Willy Aditya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, menyebut kemungkinan beban utang negara yang disampaikan Presiden PKSAhmad Syaikhumerupakan hal yang klasik dan tidak pernah terbukti.
Belum lama ini, Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), menyampaikan pernyataan yang mengejutkan bahwa utang pemerintah saat ini masih dalam tahap terkendali.
Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI, menyebut tidak ada pilihan lain selain mengambil utang untuk memenuhi ketimpangan antara merosotnya pendapatan dan melonjaknya kebutuhan pembiayaan akibat pandemi covid-19.
Bank dunia saat ini mengingatkan adanya kenaikan 12 persen beban utang negara-negara miskin dengan penghasilan rendah di dunia yang mencapai rekor 860 miliar dolar AS pada Senin 11 Oktober 2021 kemarin