Terkini.id – Masuknya Indonesia menjadi anggota G20 sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara memberikan beberapa fakta unik. Pasalnya, hanya Indonesia saja dan Singapura yang menjadi salah satu negara maju di kawasan Asia Tenggara, justru tak masuk G20.
Berawal dari situ, muncul beberapa fakta bahwa Indonesia dalam beberapa aspek lebih unggul dibanding Singapura. Bahkan, presidensi G20 berikutnya resmi ada di tangan Indonesia. Tahun depan, Indonesia bakal menjadi tuan rumah KTT G20.
Tiga fakta Indonesia masuk anggota G20, meninggalkan Singapura mengutip detikcom, Rabu, 3 November 2021.
1. Kapasitas Ekonomi
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, mengatakan penentuan sebuah negara menjadi anggota G20 dilihat dari besaran Produk Domestik Bruto (PDB) dan kontribusinya terhadap ekonomi dunia. Kriterianya bukan dilihat dari sebuah negara maju atau tidak.
- Singapura Buka Peluang Kerja Sama dengan Pemkot Makassar
- Youth City Changers: Kolaborasi Pemuda Indonesia-Singapura di Rakernas APEKSI XVI Makassar
- Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani Singgung Pidato Politik Prabowo
- Terima Menteri dari Singapura, Gubernur Andi Sudirman Paparkan Kekayaan Alam Sulsel
- Kota Makassar Tawarkan Proyek Japparate ke Singapura
Dari dua indikator tersebut, kontribusi Singapura sangat kecil, bahkan jauh lebih kecil dari Indonesia. Baik dari posisi PDB di seluruh dunia, maupun kontribusi ekonominya ke seluruh dunia.
“Sebagai contoh data World Bank menunjukkan posisi PDB Indonesia ada di urutan ke-16 dunia. Sementara Singapura di posisi ke-36 dunia. Kontribusi ekonomi Indonesia terhadap seluruh dunia adalah 1,25 persen jauh lebih besar dibanding Singapura yakni 0,4 persen,” ungkap Bhima.
2. Populasi Tidak Besar
Bhima melanjutkan, pertimbangan populasi juga menjadi penting untuk masuk ke dalam negara G20. Singapura cuma memiliki populasi sebesar 5,6 juta, jauh lebih kecil daripada Indonesia yang memiliki populasi hingga 273 juta orang.
“Kita dianggap penting di G20 karena penduduknya banyak,” ujar Bhima. Singkatnya, kapasitas ekonomi dan jumlah penduduk Singapura menjadi alasan kenapa Singapura tidak masuk G20.
Meski begitu, Bhima menjelaskan ekonomi Singapura memang lebih maju kalau dilihat dari pendapatan per kapitanya. Pendapatan per kapita ini juga yang menentukan negara berada di level negara maju atau tidak.
“Pendapatan per kapita Indonesia tahun 2020 sebesar US$ 3.869. Sementara Singapura US$ 59.797, jelas mereka adalah negara maju,” sambung Bhima.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
