Terkini.id, Makassar – Ormas Islam Wahdah Islamiyah mengadakan kegiatan Musyawarah Pengurus Pleno 1 Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah yang berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting dan Offline yang dipusatkan di Kota Makassar, Senin 20 Juni 2022.
Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah Ustaz Dr. Rahmat Abdul Rahman, Lc., MA mengatakan, pleno ini diagendakan dalam rangka melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja selepas agenda Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya.”Ajang evaluasi ini penting untuk menetapkan langkah strategi kita ke depan menuju visi 2030,” kata ustaz Rahmat.
Ia menyampaikan, ada ratusan pengurus yang hadir di kegiatan ini. Kendati, dibeberapa lokasi masih diselenggarakan secara online, dan rencananya sidang pleno ini akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.
Ustaz Rahmat juga menjelaskan bahwa tema Muktamar yang lalu tentang Bakti dan Setia untuk Indonesia perlu terus digaungkan.
“Bakti untuk negeri dengan kegiatan kita dibeberapa bidang perlu dimaksimalkan. Maka semoga dengan helatan pleno ini bisa kembali memaksimalkan kerja kita,” ujarnya.
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Bazar Halal dan Muslim Family Expo 2026, Target 12 Ribu Pengunjung
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Akan Kukuhkan 10.000 Guru Al-Qur'an di Masjid Istiqlal
- 10 Ribu Muslimah Ramaikan Salam Indonesia di Makassar, Wali Kota Soroti Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Ekonomi
- Ustadz Zaitun Rasmin Silaturahmi dengan Gubernur DKI, Siap Hadiri Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah
- Ribuan Warga Makassar Meriahkan Talkshow dan Jalan Sehat Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah
MPP 1 DPP Wahdah Islamiyah juga di hadiri langsung oleh Ketua Umum Wahdah Islamiyah Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa politik dan Islam memiliki hubungan erat dalam menggapai sebuah bangsa dan di ridhai oleh Allah.
“Kita berharap menjadi bangsa dan negara yang meraih ridha Allah subhanahu wata’ala. Makanya Islam sangat memberikan perhatian yang besar dalam hal politik baik dari Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi termasuk dalam kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabatnya,” tuturnya.
Memasuki tahun-tahun politik, Ustaz Zaitun mengingatkan bahwa Islam dan politik adalah hal yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena di dalamnya terdapat maslahat dalam kehidupan seorang muslim dan Islam telah mengatur hal tersebut.
“Hal ini adalah keistimewaan ajaran Islam, karena sesuai dengan hajat manusia. Karena jika Islam tidak perhatian, maka bagaimana Nasib kita sebagai Muslimin dalam hidup berbangsa dan bernegara. Maka sangat aneh jika ada yang mengatakan bahwa Islam tidak berpolitik. Padahal, urusan-urusan kecil dalam kehidupan kita, seperti bangun tidur dan masuk wc itu di atur dengan jelas di dalam Islam,” tegasnya.
Citizen Reporter : Awi Munawir
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
