Wakil Bupati Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2020 Kepada DPRD Jeneponto

Penyerahan Ranperda perubahan APBD tahun 2020 oleh Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir kepada Wakil Ketua I DPRD Jeneponto, Irmawati

Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) perubahan tahun anggaran 2020 kepada DPRD Jeneponto.

Penyerahan itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Jeneponto dengan agenda Penyampaian dan penyerahan RAPBD perubahan tahun anggaran 2020 yang berlangsung di ruang Paripurna Gedung DPRD Jeneponto, Jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Senin, 28 September 2020.

RAPBD perubahan Kabupaten Jeneponto diserahkan oleh Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir Kepada Wakil Ketua I DPRD Jeneponto, Irmawati Zainuddin selaku pimpinan rapat paripurna.

Penyerahan RAPBD perubahan disaksikan oleh Wakil Ketua II dan 28 anggota DPRD Jeneponto, Sekda Syafruddin Nurdin, Unsur Forkopimda, Kepala OPD, para asisten, Kabag, Camat, sejumlah Kepala Desa dan Kelurahan.

Wakil Bupati, Paris Yasir menyampaikan, terjadi perbedaan jumlah struktur pendapatan dan belanja yang dituangkan pada perubahan KUA-PPAS Tahun anggaran 2020 dengan usulan raperda perubahan APBD Tahun anggaran 2020.

Menarik untuk Anda:

“Hal tersebut terjadi karena adanya kebijakan penerimaan pendapatan yaitu penerimaan dana insentif daerah sebesar Rp 15.633.258. 000 berdasarkan kebijakan Peraturan Menteri Keuangan nomor 114/PMK/tahun 2020 yang secara prioritas di peruntukkan untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi,” kata Paris Yasir.

Labih lanjut, Paris menyampaikan perubahan itu juga karena penerimaan bantuan keuangan pemerintah provinsi sebesar Rp 40 milliar berdasarkan surat keputusan Gubernur Sulawesi Selatan nomor 2065/IX/2020 yang secara khusus diperuntukkan pada prioritas pembangunan infrastruktur jalan, drainase, sumur bor, serta pencegahan stunting gizi buruk.

“Kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi tersebut akan menjadi penambahan pendapatan dan belanja daerah sebesar Rp 55.633.258 ribu rupiah, sehingga proyeksi perubahan pendapatan daerah direncanakan berkurang secara akumulasi sebesar Rp 28.382.681.718, yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp 1.313.763.830.549 menjadi sebesar Rp 1.285.381.148. 831,” jelas Paris.

Menurutnya, perubahan proyeksi pendapatan tersebut secara akumulasi terjadi karena adanya pengurangan target dari jenis padi yaitu penerimaan deviden Endah atas laba penyertaan modal pada PT Bank sulselbar pengurangan target penerimaan dana perimbangan daun dan dbh akibat dari rasionalisasi Penyaluran dana transfer berdasarkan PMK nomor 35 tahun 2020 serta pengurangan Penyaluran dana desa dari pemerintah pusat.

“Proyeksi perubahan belanja daerah pada tahun anggaran 2020 direncanakan secara akumulasi bertambah sebesar Rp 23.132.821.840, yang sebelumnya direncanakan sebesar satu triliun 311 miliar 263 juta 830 ribu 549 rupiah, menjadi sebesar Rp. 1.334.395.912.733,” terangnya.

Pada sisi pembiayaan daerah, Paris menyampaikan proyeksi penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari silpa tahun sebelumnya sebesar Rp 51.514.763.902 dan proyeksi pengeluaran untuk penyertaan modal pada PT Bank Sulselbar cabang Jeneponto sebesar Rp 2.500.000.000 yang telah direalisasikan pada awal tahun 2020.

Usai Wakil Bupati Jeneponto menyampaikan RAPBD perubahan, pembahasan dilanjutkan dengan penyampaian pandangan umum 8 fraksi di DPRD Jeneponto, dimana semua fraksi menyetujui RAPBD perubahan tahun anggaran 2020 untuk dibahas dalam Ranperda APBD perubahan tahun anggaran 2020.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bupati Iksan Iskandar Buka FGD Pelaksanaan Pengelolaan Rest Area di Jeneponto

TP PKK Jeneponto Gelar Pelatihan Pengembangan SDM Diversifikasi Produk Garam

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar