Dalam Waktu 3×24 Jam, Prabowo-Sandi Bakal Ajukan Gugatan ke MK

Terkini.id — Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno secara resmi menolak pengumuman hasil pilpres yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa 21 Mei 2019 dinihari tadi.

Penolakan dilakukan karena KPU tidak mengindahkan peringatan yang sudah disampaikan pihaknya pada 14 Mei lalu di Hotel Grand Sahid.

Kala itu, Prabowo menegaskan tidak akan menerima hasil perhitungan suara yang dilakukan KPU. Selama penghitungan itu bersumber pada kecurangan.

Pasangan nomor urut 02 ini juga berencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam rentan waktu 3×24 jam pasca pengumuman hasil pemilu oleh KPU.

Adapun tujuh poin dugaan kecurangan:

(1) Bukti kecurangan Pilpres 2019 yang disampaikan oleh pihak Prabowo-Sandi tidak pernah ditindaklanjuti oleh KPU

(2) KPU juga terindikasi terlibat dalam kecurangan lantaran sejak awal persiapan penyelenggaraan sudah terjadi kecurangan. Contohnya, DPT bermasalah yang jumlahnya sangat fantastis tidak pernah benar-benar diurus oleh KPU.

(3) Sejak awal pihak 02 menyerukan single identity number, ini terbukti bahwa salah satu akar masalah pilpres adalah DPT

(4) Netralitas ASN dan perangkat negara lainnya dipertanyakan

(5) Tujuan Prabowo-Sandi menempuh proses hukum ke Mahkamah Konstitusi merupakan tanggung jawab ke masyarakat yang masih belum atau tidak dapat diselesaikan oleh KPU dan Bawaslu

(6) Keputusan ke MK, ini juga karena ada desakan dari rakyat yang merasakan langsung akibat kecurangan. Dan dari MK ini menghasilkan; Menolak gugatan, Pemungutan Suara Ulang seluruh, Pemungutan Suara Ulang sebagian, dan pembatalan calon.

(7) Sementara kepada seluruh komponen masyarakat, relawan, pendukung dan simpatisan paslon 02, Prabowo mengimbau untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum. Serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat di depan umum selalu dilaksanakan dengan damai, berakhlak, dan konstitusional.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Pilpres

Tugas TKD Jokowi-Ma’ruf Sulsel Resmi Berakhir

Terkini.id -- Tugas Tim Koalisi Daerah (TKD) Jokowi-Ma'Provinsi Sulawesi Selatan resmi berakhir, sejak, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) ditetapkan sebagai pasangan presiden dan wakil presiden