Alih-alih memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu, Pemerintah Kota Makassar justru melirik insinerator sebagai solusi instan. WALHI Sulsel menyebut itu langkah mundur.
Terkini, Makassar — Di tengah ruwetnya persoalan sampah kota yang kian menggunung, Pemerintah Kota Makassar memilih jalan pintas: membakar.
Dalam sebuah rapat koordinasi organisasi perangkat daerah (OPD) di Balai Kota awal April lalu, Wali Kota Munafri Arifuddin mengungkap rencana mengalihkan anggaran pengadaan motor listrik pengangkut sampah menjadi pendanaan untuk pembangunan fasilitas insinerator.
Langkah itu sontak menuai protes dari kalangan pemerhati lingkungan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan menilai insinerator bukan hanya pilihan yang tidak bijak, melainkan ancaman baru bagi lingkungan dan kesehatan warga.
Kebijakan yang Dinilai Malas dan Menyesatkan
- Usai Akad Nikah Langsung Pegang KTP dan KK Baru, Terobosan Indah Layanan Disdukcapil Jeneponto
- Mayat Perempuan Ditemukan Di Pesisir Pantai Tanrusampe Timur Jeneponto
- Benz Cafe Makassar Padukan Kuliner dan Permainan Mahjong dalam Satu Destinasi di Jantung Kota
- Poltekpar Makassar dan Kemenpar Sukses Selenggarakan PARDAS Angkatan V Tahun 2026
- PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk Generasi Penggerak Keberlanjutan di Lutim
Fadli, Kepala Divisi Transisi Energi dan Pangan WALHI Sulsel, menyebut keputusan Pemkot Makassar sebagai bentuk kemalasan birokrasi dalam mengatasi akar masalah sampah.
Alih-alih mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, kebijakan ini dinilai hanya akan memperparah persoalan.
“Insinerator adalah solusi palsu. Ia mengabaikan upaya pengurangan sampah dari hulu dan malah mendorong semua jenis sampah—termasuk yang bisa didaur ulang—untuk dibakar,” ujar Fadli, Rabu, 16 April 2025.
Menurutnya, dalih efisiensi anggaran yang disampaikan Wali Kota adalah narasi yang menyesatkan. Sebab, pembangunan dan operasional insinerator justru akan membebani anggaran dalam jangka panjang.
“Biaya pembangunannya bisa mencapai lebih dari Rp100 miliar. Itu belum termasuk biaya operasional, perawatan, dan dampak kesehatan yang ditimbulkan,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
