Alternatif yang Terbukti Efektif
WALHI mengusulkan agar Pemkot mengalihkan fokus dan anggaran untuk memperluas infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), serta memperkuat sistem pengelolaan berbasis masyarakat.
Menurut mereka, solusi sesungguhnya justru terletak pada pembenahan sistem dari hulu, bukan sekadar membakar hasil akhirnya.
“Pemerintah harus memulai dari edukasi publik, pembatasan plastik dari produsen, hingga penguatan komunitas untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga,” kata Fadli.

Seruan Pembatalan dan Reorientasi Kebijakan
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
- Yayasan AHM Berikan Penghargaan kepada Tiga Bengkel Binaan Berprestasi
- Perkuat Budaya Keselamatan Laboratorium, Polbangtan Kementan Gelar Workshop Pengelolaan Limbah B3
- New Honda BeAT Tampil Lebih Ekspresif dengan Warna dan Striping Baru
WALHI mendesak Wali Kota Munafri untuk mencabut rencana pembangunan insinerator, dan mengarahkan kebijakan ke jalur yang lebih berkelanjutan dan partisipatif.
“Kami ingin Pemkot melihat bahwa solusi krisis sampah bukan terletak pada api, tapi pada perubahan sistem,” ujarnya.
Di kota yang berjuluk Anging Mammiri ini, arah kebijakan pengelolaan sampah tengah berada di persimpangan. Satu arah menuju pendekatan instan yang rawan menimbulkan masalah baru.
Arah lainnya menuntut kerja keras membenahi sistem dari akar. Pilihan kini ada di tangan pemerintah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
