Ia menilai kegiatan bedah buku tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman sejarah nasional, terutama terkait kontribusi para tokoh dari Indonesia Timur dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Khususnya kami generasi sekarang harus punya gambaran yang baik bagaimana kita bisa melihat pola-pola perjuangan di masa yang berbeda dengan masa kami yang ada sekarang,” katanya.
Munafri berharap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Ajoeba Wartabone tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga persatuan serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Semangat pengabdian, keteguhan prinsip, dan kecintaan terhadap tanah air yang ditunjukkan Ajoeba Wartabone harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar menjadi energi positif dalam membangun Indonesia,” tutupnya.
Kegiatan bedah buku ini sekaligus menjadi ruang refleksi sejarah dan penguatan nilai kebangsaan bagi para peserta Raker LAMAHU se-Indonesia Timur yang berlangsung di Kota Makassar. (*)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
