Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar sudah 2 kali melayangkan surat ke pemerintah pusat ihwal permintaan vaksin Covid-19. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan.
Stok vaksin di Makassar sudah beberapa pekan dalam keadaan kosong. Kota Makassar butuh 700 ribu dosis vaksin Covid-19 untuk menciptakan kekebalan kelompok atau hert Immunity.
Saat ini, total masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 baru sekitar 465 ribu. Realisasi capaian vaksinasi di Makassar mencapai 45 persen dari target 1,1 juta warga.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan sudah 2 kali bersurat ke pusat dan meminta 200 vial vaksin Covid-19.
Danny menilai stok vaksin di pusat bukan dalam kondisi kosong. Ia menilai banyak stok vaksin yang justru tersalurkan lewat DPR RI dan instansi lain.
- RSUP Wahidin dan AMPHURI Sulampua Teken Kerja Sama Layanan Kesehatan Haji dan Umrah
- Refleksi Hari Kartini, Ketua TP PKK Bulukumba Nilai Perempuan Kian Berdaya
- Kanwil Kemenkum Sulsel Beri Catatan Strategis dalam Pembahasan RUU HPI di Makassar
- Syuting di Makassar, "Akal Imitasi" Tampilkan Kritik terhadap Teknologi Pendidikan
- Kantongi ISO 21001:2018, Poltekpar Makassar Tingkatkan Standar Pendidikan Vokasi
“Banyak turun saya lihat lewat anggota dewan. Anggota dewan yang laksanakan (vaksinasi). Makanya kita bingung juga ini, jangan-jangan kita disuruh istirahat ini,” kata Danny Pomanto, Senin, 30 Agustus 2021.
Ia mengatakan bukannya tak bersyukur dengan penyaluran vaksin Covid-19 lewat anggota dewan atau instansi lainnya, seperti TNI-Polri.
Namun, kata Danny, alangkah lebih bila Pemerintah Kota Makassar juga tetap bisa melakukan percepatan vaksinasi.
“Maksudnya supaya kita dapat (juga). Kita bersyukur juga tetap ada, tapi bukan pemerintah kota penyelenggaranya. Nanti ada yang mengurangi kepercayaan masyarakat ke pemerintah kota,” ungkapnya.
“Sekarang kan 45 persen dari 1,1 juta (penduduk sasaran). Berarti sudah 465 ribu orang yang sudah divaksin,” ujarnya.
Danny menyatakan banyak masalah dalam menjalankan program vaksinasi Covid-19 lantaran stok vaksin yang masih kosong. Dampaknya, jumlah warga telah disuntik dosis kedua lebih sedikit.
“Vaksin kedua masih 25 persen itu dari 1,1 berarti 235 ribu, berarti kita butuh total 1,6 juta,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
