Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan bakal membentuk dewan kesehatan kota.
Mereka bertugas memberi penilaian dari aspek sosial kemasyarakatan dan dampak ekonomi dari kesehatan. Begitu pun dengan aspek kesehatan lain.
“Terdiri dari ahli senior kesehatan,” kata Danny Pomanto, Rabu, 22 September 2021.
Hal itu seiring dengan penurunan PPKM di Makassar menjadi Level 2 berdasarkan instruksi dari Mendagri.
“Kalau secara jam ada tambahan satu jam relaksasi, kecuali daya tampung diperbesar ada 50 sampai 75 persen, jadi prinsipnya pembatasan tetap dilakukan tetapi relaksasinya begitu besar,” sebutnya.
- Wali Kota Makassar Dukung Penuh Delegasi Paskibraka Menuju Seleksi Nasional 2026
- PGIW Sulselra Apresiasi Kepemimpinan Munafri dalam Menjaga Keberagaman
- Munafri Arifuddin: Pers adalah Jembatan Informasi antara Pemerintah dan Masyarakat
- Wali Kota Makassar Serukan Penguatan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
- Wali Kota Makassar Hadiri Syukuran HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin
Sembari menjalankan perekonomian, Danny mengatakan pemerintah kota juga memasifkan vaksinasi untuk mengejar herd Immunity atau kekebalan kelompok.
Salah satunya, meluncurkan program 100 RT per 100 persen dalam sehari. Langkah tersebut, kata dia, adalah upaya memperkuat kesehatan masyarakat.
“Bagaimana 1,1 juta orang bisa tervaksin dengan baik dan cepat dengan dua dosis lengkap,” tuturnya.
Program Makassar Recover akan dimasifkan sebagai bagian perlindungan kesehatan masyarakat. Ia mengatakan ingin mengetahui status kesehatan warga di rumah-rumah.
“Jadi kita tidak menunggu warga sakit atau terdampak. Jadi kita monitor dari rumah adalah bagian dari solusi mengantisasi gelombang ketiga pandemi,” paparnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
