Wali Kota Makassar Minta Otak Pembunuhan Anak Diusut Tuntas: Siapa di Belakangnya?

Wali Kota Makassar Minta Otak Pembunuhan Anak Diusut Tuntas: Siapa di Belakangnya?

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas siapa otak di belakang pelaku penculikan dan pembunuhan dengan motif menjual organ tubuh.

Ia berharap kasus ini diusut tuntas lantaran diduga masih ada pelaku lain yang belum tertangkap.

“Harus diusut siapa yang suruh dan pengaruhi dia (pelaku), kenapa sampai mereka berbuat seperti itu. Harus diusut tuntas, siapa di belakangnya ini,” kata Danny Pomanto, Rabu, 11 Januari 2023.

Dia juga meminta pelaku dihukum maksimal. Hanya saja, kata dia, pelaku adalah anak-anak di bawah umur.

Dia menuturkan hasil laporan yang diterima. Korban dan kedua pelaku masih tergolong anak karena masih di bawah umur.

Baca Juga

“Yang paling tua itu 17 dan 14 tahun, yang diculik 11 tahun. Makanya Jagai Anakta ini harus menjadi program wajib di semua keluarga,” ungkapnya.

Pelaku ditengarai melakukan aksinya karena tergiur lewat media sosial. Olehnya, Danny Pomanto berharap melalui program Jagai Anakta, pengawasan orang tua akan diperkuat.

Termasuk di lingkungan sekolah. Danny meminta kepala sekolah untuk lebih ketat dalam pengawasan siswa di lingkungan sekolah.

“Ini pelajaran bagi kita, saya memerintahkan seluruh kepsek untuk menutup sekolahnya. Yang pada saat pulang sekolah harus ketahuan siapa yang menjemput siswa itu. Rawan di situ,” jelasnya.

Danny mengaku miris lantaran kedua pelaku masih tergolong di bawah umur. Ia berharap kasus ini diusut tuntas karena diyakini masih ada pelaku lain yang belum tertangkap.

“Iya karena kita tahu di internet ada jaringan seperti ini. Jadi harus menjadi konsentrasi kita semua, harus membantu pihak kepolisian, masyarakat harus bersama-sama. Ini tidak bisa kepolisian sendiri atau pemkot sendiri harus sama-sama. Makanya kalau semua orang menjaga anaknya,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang anak, Fa (14) ditemukan tewas dalam kondisi terbungkus kantong plastik dengan kaki terikat di kawasan Waduk Nipa-nipa, Kecamatan Moncong Loe, Kabupaten Maros.

Fa dilaporkan hilang sejak 8 Januari 2023. Orang tuanya lantas melapor ke kantor polisi. Belakangan, terungkap pelakunya dua remaja berinisial AR (17) dan AF (14).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.