“Yang harus sampai ke TPA hanyalah sampah residu. Karena itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah menjadi sangat penting,” katanya.
Lebih jauh, Munafri menjelaskan bahwa sampah anorganik memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik melalui bank sampah.
Sementara itu, sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan ternak yang mendukung pengembangan urban farming.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, juga terus mengaktifkan bank sampah unit hingga tingkat RT dan RW sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
Ia berharap para mahasiswa KKN dapat menjadi agen edukasi untuk memperkuat budaya pengelolaan sampah sekaligus mendukung pengembangan pertanian perkotaan yang telah berjalan di sejumlah wilayah.
- Hotel ARYADUTA Makassar Tutup Rangkaian Sapta Rasa dengan Beragam Aktivitas
- Pelaku Passobis Alamatnya Mudah Ditemukan, Influencer Keamanan Siber Ini Ungkap Identitasnya
- Transformasi Teknologi Tuntas, Nasabah BSI Tembus Rekor 24,3 Juta
- MTQ VIII KORPRI di Makassar, Sejumlah Lokasi Parkir Disiapkan untuk Peserta dan Tamu
- Asmo Sulsel Bagikan Pesan Keselamatan: Jangan Biarkan Handphone Ganggu Fokus Berkendara
“Ini penting agar tercipta ekonomi sirkular di masyarakat, di mana sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan warga,” jelasnya.
Selain mendukung program pembangunan pemerintah, Munafri menekankan bahwa pelaksanaan KKN merupakan ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Sebab, mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang memiliki karakter dan latar belakang beragam.
Karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik pribadi maupun almamater Universitas Hasanuddin selama menjalankan pengabdian.
“Jadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian,” pesannya.
Terakhir, Appi mengingatkan seluruh mahasiswa untuk terus berkoordinasi dengan camat dan lurah di wilayah penempatan masing-masing.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
