Terkini.id, Makassar – Ketua Komisi D DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso meminta kasus Batalyon 120 bentukan kepolisian dan pemerintah kota perlu diusut tuntas secara terbuka dan profesional.
Batalyon 120 adalah inisiasi Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto dan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
“Perlu ada di atas Polrestabes dari pihak kepolisian yang perlu turun tangan, misalnya ada dari Bareskrim Pusat,” ucap Andi Hadi, Selasa, 13 September 2022.
Sehingga, kata dia, pihak kepolisian yang memiliki niat baik untuk memberantas kejahatan tak langsung dicopot begitu saja. Justru harus diberi penghargaan.
Sebelumnya, Sekretariat Batalyon 120 Makassar yang berlokasi di Jalan Korban 40.000 Jiwa dirazia oleh Tim Thunder Dit Samapta Polda Sulsel, pada Minggu, 11 September 2022.
- Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja Pemkot, Makassar Didorong Jadi Percontohan Nasional
- Wali Kota Makassar Munafri: Pendidikan Hak Semua Warga, Momentum Hardiknas Perkuat Komitmen Bersama
- Hardiknas 2026, Munafri Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas di Makassar
- May Day 2026 di Makassar Disiapkan Meriah, Wali Kota Munafri: Harus Jadi Momentum Kebahagiaan Buruh
- Rakor Bersama Forkopimda, Wali Kota Makassar Appi Matangkan Pengamanan May Day Fest 2026
Tim Thunder Dit Samapta Polda Sulsel mengamankan sebanyak 48 orang anggota Batalyon 120. Selain itu, juga menemukan 164 buah anak panah, 4 buah parang, 1 buah senjata rakitan jenis papporo, 3 buah ketapel, 38 botol minumam keras kosong dan 20 unit sepeda motor.
“Kita tidak tahu apakah dia pakai (minum) atau apa, kita tidak tahu. Pada hakikatnya itu tidak resmi maka harus ada tindakan,” ujar Andi Hadi.
Menurutnya, masalah dari setiap pembentukan organisasi adalah minimnya pengawasan. Ia menilai pemerintah dan kepolisian kecolongan dengan organisasi yang dibentuknya sendiri.
“Kalau saya perlu didalami, kenapa bisa terjadi seperti itu. Makanya kalau diusut oleh polisi secara tuntas kita sepakat walaupun pembinanya dari kepolisian dan wali kota,” tuturnya.
Ia menuturkan apa yang dipertontonkan hari ini membuka mata bahwa ada sesuatu yang janggal. Andi Hadi mengatakan bila nantinya ditemukan sesuatu yang bermasalah tak perlu merasa malu.
“Karena tidak ada organisasi yang 100 persen menjadi lurus-lurus, di dalamnya ada yang nakal, ada yang lurus,” tuturnya.
Sementara, Pengamat hukum pidana, Prof Hambali Thalib menyarankan Batalyon 120 dibubarkan saja. Pasalnya, sekretariat organisasi kepemudaan itu menyimpan sejumlah botol bekas minuman keras dan busur panah.
“Kalau memang sudah menyimpan dan dasarnya, ya ditutup saja,” tuturnya.
Hambali melanjutkan, keberadaan Batalyon 120 ini seharusnya menjadi mediator di tengah persoalan masyarakat. Bukan bertindak layaknya penegak hukum yang menyimpan benda terlarang tersebut.
“Kedua ini diharapkan menjembatani masalah kriminal. Bukan dia bertindak sebagai penegak hukum. Jadi mitra kepolisian,” tambahnya.
Sehingga, bila ada anggota Batalyon 120 melanggar hukum, maka polisi harus bertindak sesuai hukum pidana yang berlaku.
“Tapi kalau dia ada dugaan melakukan tindakan kriminal seperti miras, simpan barang sajam, berdasarkan laporan masyarakat, maka perlu penyidik lakukan tindakan penyelidikan,” tuturnya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Haryanto menegaskan tidak ada peristiwa pidana dalam penggerebekan markas organisasi pemuda Batalyon 120.
Barang bukti busur panah hingga botol miras yang diamankan di lokasi merupakan sitaan Batalyon 120 yang akan diserahkan ke Polrestabes Makassar.
“Saya tegaskan, bahwa di TKP kemarin tidak ditemukan peristiwa pidana, alasannya apa, karena barang-barang yang dinyatakan sebagai barang bukti itu barang serahan yang nantinya barang tersebut akan diserahkan ke Polrestabes,” ujar Budi.
Budi mengungkapkan, pihaknya sudah 6 kali memusnahkan barang bukti berupa busur panah hingga miras yang diserahkan Batalyon 120. Hal ini termasuk barang bukti busur panah hingga miras yang diamankan saat penggerebekan.
“Hari ini kita akan lakukan pemusnahan, ini sudah 6 kali, total jumlah sekitar 940. Nah nanti kita akan musnahkan bersama-sama,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengaku kehadiran Batalyon 120 bertujuan untuk membina para pelaku kriminalitas jalanan agar dapat menjadi garda terdepan untuk menciptakan keamanan di masyarakat.
Sehingga, kata Danny, mampu menekan angka kriminal di Kota Makassar. Meski, kata dia, ke depan Batalyon 120 akan terus disempurnakan.
“Insyaallah saya akan lebih menyempurnakan program ini. Ini program saya kira tidak ada uprising (pemberontakan) seperti itu,” tuturnya.
Bahkan, kata Danny Pomanto, pemerintah akan menjamin pendidikan anak-anak kriminal yang putus sekolah.
“Anak-anak itu mau pendidikan paket A, paket B, paket C. Kita konsentrasi itu bagaimana dapat ijazah. Saya ini biar tukang parkir. Jadi kita lagi preparasi walaupun sebagian Makassar belum dirangkul,” tutur Danny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
