Terkini, Makassar – Pemerintah Kota Makassar resmi menunjuk Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Daya.
Keputusan ini diambil setelah jabatan Direktur RSUD Daya mengalami kekosongan pasca purna tugasnya Rusmayani Madjid pada 27 Maret 2025.
Penunjukan dr. Nursaidah bukan tanpa alasan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan kelangsungan layanan kesehatan di RSUD Daya tetap berjalan tanpa hambatan.
“Kita terbitkan berlaku tanggal 1 April, yang menjadi Plt di sana adalah Kepala Dinas Kesehatan,” ujar Munafri.
Namun, di balik keputusan ini, muncul berbagai pertanyaan terkait efektivitas kepemimpinan seorang Kadinkes yang merangkap sebagai Plt Direktur rumah sakit terbesar di wilayah utara Makassar ini.
- Pemberdayaan Perempuan Dimulai dari Mengenali Diri, Ini Misi Rezki Radhiya Usman sebagai Personal Power Coach
- Kontraktor Pemkab Lutim Arlan Tersangka Kasus Penipuan Rp280 Juta
- Halal Bihalal KMB Sulsel, Teguhkan Nilai "Maja Labo Dahu" di Perantauan
- Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
- 12 Coach Profesional Resmi Diluncurkan di Makassar, Hadirkan Pengalaman Coaching Langsung untuk Publik
Pasalnya, tugas sebagai Kepala Dinas Kesehatan sendiri sudah cukup kompleks dan menuntut perhatian penuh, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sektor kesehatan di kota ini.
RSUD Daya merupakan rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat di Makassar bagian utara dan sekitarnya.
Dengan jumlah pasien yang tinggi dan kompleksitas layanan yang luas, kepemimpinan yang stabil sangat dibutuhkan untuk memastikan pelayanan tetap optimal.
Selain menunjuk dr. Nursaidah sebagai Plt Direktur, Munafri juga meminta agar segera dicari pengganti untuk posisi Wakil Direktur RSUD Daya yang saat ini juga mengalami kekosongan.
“Plt juga langsung mencari untuk posisi kosong Plt Wakil Direktur yang ada secepatnya, biar layanan ini tidak putus,” tegasnya.
Sejumlah kalangan menilai bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya perencanaan dalam regenerasi kepemimpinan di institusi kesehatan strategis seperti RSUD Daya.
Seharusnya, suksesi kepemimpinan sudah dipersiapkan jauh sebelum purna tugas pejabat sebelumnya, guna menghindari transisi yang mendadak dan berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan.
Meskipun demikian, dengan rekam jejak dan pengalaman dr. Nursaidah di bidang kesehatan, diharapkan RSUD Daya tetap mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan agar rangkap jabatan ini tidak mengurangi efektivitas pengelolaan rumah sakit dan kebijakan kesehatan di tingkat kota.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
