Terkini, Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus menggenjot program berbasis lingkungan berkelanjutan melalui optimalisasi urban farming di seluruh wilayah kelurahan.
Langkah ini diproyeksikan sebagai solusi terpadu untuk menekan volume sampah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) harus menjadi leading sector dalam mengakselerasi implementasi program hingga ke tingkat lorong.
“Kita perlu maksimalkan program urban farming di semua wilayah. Keterlibatan aktif kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, sangat penting dalam pembangunan di tingkat lorong,” ujar Munafri, Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, urban farming tidak hanya berfokus pada pemanfaatan lahan sempit menjadi produktif, tetapi juga diintegrasikan dengan sistem pengelolaan sampah rumah tangga. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk mendukung pertanian perkotaan.
- Pemkab Luwu Timur Buka Suara soal Pengosongan Lahan PSN IHIP di Laoli: Kami Lakukan dengan Cara Humanis
- Semarak HUT ke-102, Perumda Air Minum Makassar Kolaborasi dengan Karang Taruna Gelar Donor Darah
- Tidak Ada Kerugian Negara, Dua Karyawan Bank Sulselbar Tetap Divonis Korupsi
- SMA Unggulan KKSS Bone Rintisan Andi Amran Sulaeman Luncurkan English Foundation Program
- Rakernas X IKAPROBSI Perkuat Peran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Ilmu Pengetahuan Global
“Urban farming diharapkan menjadi solusi ganda, mengurangi volume sampah sekaligus memperkuat kemandirian pangan warga di tengah dinamika perkotaan,” tambahnya.
Menurut Munafri, program tersebut telah menunjukkan hasil positif di sejumlah wilayah, dengan terbentuknya ekosistem berbasis pangan dan ekonomi lokal.
Ia juga mendorong setiap kelompok masyarakat untuk membina minimal dua lorong melalui kolaborasi bersama lurah serta RT/RW setempat guna menciptakan lingkungan yang produktif, bersih, dan tertata.
Sebagai penguatan program, Pemkot Makassar turut mengembangkan model peternakan skala kecil yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan di lahan terbatas.
“Sekarang beternak ayam tidak butuh lahan luas. Dengan sistem yang baik, bisa produktif dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
