Terkini, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan umat demi terciptanya toleransi yang kuat di Kota Makassar.
Pesan damai tersebut, ia sampaikan saat memberikan sambutan pada Malam Budaya Reuni Raya Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Indonesia Timur (STFT INTIM) di Jalan Baji Dakka, Selasa 16 September 2025 malam.
Dalam kesempatan itu, Munafri menilai keberadaan STFT INTIM telah memberikan kontribusi besar dalam membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menekankan, Kota Makassar yang dihuni lebih dari 1,4 juta jiwa adalah kota inklusif, tempat semua orang dapat beraktivitas tanpa memandang latar belakang agama dan keyakinan.
“Pemerintah kota memberi apresiasi tinggi atas komitmen menjaga toleransi di kota ini. Kalau bukan kita yang menjaga, saya mengajak seluruh yang hadir, khususnya para pendeta, dosen pengajar, dan mahasiswa, untuk bersama-sama membangun Makassar dengan dasar kemanusiaan dan keimanan,” ajaknya.
- MTQ VIII KORPRI di Makassar, Sejumlah Lokasi Parkir Disiapkan untuk Peserta dan Tamu
- Asmo Sulsel Bagikan Pesan Keselamatan: Jangan Biarkan Handphone Ganggu Fokus Berkendara
- Makin Kritis! Keluarga Besar, Parpol, Anggota DPRD hingga Sejumlah ASN Dikabarkan Tak Percaya Bupati Gowa
- Demi Kualitas Hidup Masyarakat, PT Vale-Kodim 1412 dan Pemkab Kolaka Wujudkan Hunian Layak dan Akses Kesehatan
- PLN Mobile Padel Competition 2026 'Smash Your Energy' Dimulai, Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi
Appi juga menekankan, pentingnya menghadapi setiap tantangan secara kolektif dengan semangat persatuan. Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan masyarakat menjadi kunci untuk melewati berbagai persoalan ke depan.
“Saya yakin kebersamaan kita akan mampu melewati setiap cobaan dengan cara yang lebih baik. Tujuan kita adalah persatuan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Menariknya, Munafri menyinggung keunikan pendidikan di STFT INTIM yang mengedepankan lintas agama.
Ia menyebut, kehadiran dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) yang turut mengajar, termasuk pelajaran bahasa Arab, menjadi bukti nyata toleransi.
“Pendidikan teologi di sini tidak hanya untuk satu agama saja, tetapi juga lintas agama. Ini bentuk toleransi yang kita inginkan,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
