“Tidak ada yang salah ketika kita berjalan berdampingan, bergandengan tangan. Kita hanya dibedakan oleh akidah, selebihnya kita harus tetap bersama,” lanjut Appi.
Wali Kota Makassar itu mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berpikir jernih dalam menghadapi perbedaan agar potensi konflik tidak berkembang menjadi masalah horizontal.
“Ketika perbedaan terjadi, jangan mencari siapa yang salah atau benar. Hadapi dengan kepala dingin dan selesaikan secara kekeluargaan. Itulah cara kita menjaga Makassar tetap damai dan rukun,” jelasnya.
Munafri menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya reuni yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi dan berbagi gagasan bagi para alumni dan mahasiswa.
Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara ini.
- Wali Kota Makassar Apresiasi Polisi Berantas Geng Motor, Pos Kamling Akan Diaktifkan
- Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bentuk Komcad ASN, Wamenhan: Langkah Gubernur Andi Sudirman Patut Diapresiasi
- Komisi D DPRD Sulsel Desak Pemprov Segera Lunasi Sisa Pembayaran Lahan Stadion Sudiang
- Pemkot Bersama Nusantara--RAPPO Perkuat Kolaborasi Makassar Bersih
- Pemkot Makassar Siapkan PLTSa Rp3 Triliun untuk Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Reuni ini bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi wadah untuk merumuskan gagasan-gagasan terbaik bagi almamater tercinta.
“Banyak alumni STFT INTIM yang kini menduduki posisi penting di Indonesia, termasuk di Makassar. Ini menjadi contoh baik bagi seluruh mahasiswa,” ujarnya.
Acara Malam Budaya Reuni Raya STFT INTIM berlangsung meriah dengan kehadiran para alumni, dosen, pendeta, dan mahasiswa, menandai semangat persaudaraan yang kental di tengah keberagaman Kota Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
