Warga Bakar Kantor Desa, Ini Tanggapan Ombudsman RI

Ombudsman
Kepala Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sulsel Subhan

Terkini.di, Makassar – Aksi Muhammad Sai membakar kantor desa karena kesal dengan pelayanan publik, mendapat tanggapan dari Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan.

Sai (42 tahun) menyiram bensin dan membakar Kantor Desa Mallongi-longi, Kabupaten Pinrang, sekitar Pukul 09.00 WITA.

“Ini kekesalan yang sudah luar biasa,” ungkap Subhan Kepala Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan, kepada Terkini.id, Jumat 3 Mei 2019.

Subhan mengatakan, seharusnya masyarakat tidak bertindak gegabah. Jika menghadapi kendala dalam pelayanan publik, masyarakat harus melaporkan Kepala Desa ke atasannya dulu. Yakni Camat atau ke Pusat Informasi dan Aduan (PINDU) di Kabupaten Pinrang.

Ombudsman juga meminta Bupati Pinrang agar tegas dan segera mengevaluasi kinerja pemerintahannya sampai ke paling bawah. “Bupati sudah harus mengevaluasi kepala desa yang bersangkutan,” ujar Subhan.

Subhan mengaku, Ombudsman banyak menangani masalah pengurusan surat atau bukti penguasaan lahan oleh masyarakat. Padahal surat itu hanya keterangan. Bukan bukti kepemilikan.

“Apalagi kalau AJB (Akta Jual Beli) tidak perlu lama,” ujar Subhan.

Subhan mendesak Kepala Desa Mallongi-longi ikut bertanggung jawab. Karena dampak dari lambatnya mengurus AJB, rakyat marah dan melakukan tindakan yang melanggar hukum.

“Kades ini juga harus bertanggung jawab,” kata Subhan.

Pembakaran Kantor Desa disiarkan langsung di Facebook

Aksi Sai membakar Kantor Desa Mallongi-longi, Kabupaten Pinrang ternyata disiarkan secara langsung lewat media sosial Facebook. Nama akunnya Lagaligo.

Sai mengaku kesal dengan Kepala Desa karena sudah beberapa kali bolak-balik dari Palu, Sulawesi Tengah, ke Pinrang hanya untuk mempertanyakan nasib AJB tanahnya.

Pada bulan Februari tahun 2019, Sai menjual tanah warisan di dua lokasi. Tanah berupa sawah 34 hektare dan tanah kosong seluas 18 hektare.

Jumlah harga tanah sekitar Rp 200 juta. Sai mengaku sudah menyerahkan biaya AJB Rp 5 juta ke kepala desa. Namun baru AJB sawah yang selesai.

“Saya dipermainkan sama kepala desa, mungkin masih dendam gara-gara dia curiga saya tidak mendukungnya pada Pilkades kemarin,” kata Sai di Mapolres Pinrang, seperti dilansir Detik.com

Berita Terkait
Komentar
Terkini