Ombudsman RI Akan Buat Rekomendasi Penonaktifan Pj Wali Kota Makassar, Jika Ini Tak Dilakukan

Ombudsman
Kepala Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sulsel Subhan Djoer

Terkini.id, Makassar – Subhan Djoer, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan, akan mengeluarkan rekomendasi penonaktifan Penjabat Wali Kota Makassar untuk sementara waktu.

“Dalam hal tak ada perubahan situasi dalam tujuh hari ke depan,” kata Subhan dalam rilisnya kepada media, Kamis 22 Agustus 2019.

Subhan mengatakan, Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan akan melakukan pemeriksaan dan meminta sejumlah tindakan korektif oleh Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.

“Jika tak diindahkan, tak tertutup kemungkinan laporan akhir hasil pemeriksaan dinaikkan statusnya menjadi rekomendasi oleh Ombudsman RI,” ungkap Subhan.

Jika rekomendasi Ombudsman RI tak dipatuhi oleh Pj Wali Kota, akan diberlakukan sanksi pembinaan sesuai Pasal 351 UU Nomor 23 tahun 2014. “Dimana selama pemberlakuan sanksi, Pj Wali Kota dapat dinonaktifkan,” katanya.

Layanan administrasi kependudukan Kota Makassar berhenti selama 15 hari. Sejak Rabu 21 Agustus 2019. Pelayanan Disdukcapil lumpuh, masyarakat mengeluh dan resah. Jaringan sistem Informasi Kependudukan (SIAK) diputus sepihak oleh Kemendagri.

Kemendagri melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan sipil menganggap PJ Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb melakukan pelanggaran berat. Karena melakukan mutasi pejabat lama yang di-SK-kan oleh Mendagri.

“Maka Pj Wali Kota patut diduga melakukan maladministrasi berupa perbuatan melawan hukum dan melampaui kewenangan,” ungkap Subhan.

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sulsel meminta agar Pj Wali Kota Makassar mengembalikan pejabat lama yang di-SK-kan oleh Mendagri agar produk Disdukcapil tidak cacat hukum dan membahayakan masyarakat pengguna.

“Layanan Disdukcapil mendesak untuk dipulihkan segera, mengingat tingkat kebutuhan Masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Makassar

KPU Luncurkan Pilwali, Maskot dan Jingle

Terkini.id -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar meluncurkan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2020, di Pasar Segar, Jalan Pengayoman, Jumat 8 November