Warga Gowa Kembalikan Bantuan Sosial di Tengah Pandemi, Ini Kata Dosen Sosiologi

Daeng Saralia, warga Lingkungan Parang, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe mengembalikan uang BLT
Daeng Saralia, warga Lingkungan Parang, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe mengembalikan uang BLT

Terkini.id, Gowa – Setelah Irma, warga Dusun Bontocinde, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga memilih mengembalikan bantuan sosial (bansos) penanganan penyebaran virus coros atau Covid-19. Hal sama juga dilakukan Daeng Saralia, warga Lingkungan Parang, Kelurahan Lanna Kecamatan Parangloe.

Penerima bantuan program Kementerian Sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH) ini mengembalikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah kelurahan. Dengan alasan tidak ingin bantuan yang diterima dua kali. Sementara masih banyak warga yang belum dapat.

Jumlah BLT yang diterima sebesar Rp 600 ribu itu dikembalikan ke pemerintah kelurahan. Disaksikan Babinsa Kelurahan Lanna Kamiluddin, dan Bhabinkamtibmas Andi Rahmat di rumah pribadi Daeng Saralia, Jumat 8 Mei 2020.

Keputusan warga Kabupaten Gowa mengembalikan bantuan di tengah wabah mendapat apresiasi dari Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Muhammad Ramli AT.

Ramli menilai bahwa ini merupakan suatu hal yang patut diapresiasi dan dicontoh. Pasalnya pilihannya untuk mengembalikan bansos yang bukan menjadi hak dan kewajibannya sangat membantu pemerintah di tengah keterbatasan bantuan yang ada.

Menarik untuk Anda:

Sehingga bantuan yang dikembalikan ini bisa dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang terkena dampaknya.

“Saya kira itu perlu diapresiasi karena itu salah satu cara dan bentuk partisipasi masyarakat sendiri yang diharapkan bisa menjadi contoh dari warga lainnya. Mereka memperlihatkan sikap yang lebih bijak dalam menghadapi situasi seperti ini dimana banyak sekali warga kita yang butuh bantuan, sementara bantuan selalu terbatas,” kata Ramli.

Dosen Sosiologi Unhas ini mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19 memang sangat dibutuhkan untuk saling membantu. Olehnya, ia berharap warga dengan kemampuan ekonomi yang cukup bisa ikut mengulurkan tangan memberikan banyak kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

“Pemerintah saya kira pasti kewalahan kalau dia tidak dibantu seperti ini. Dan saya kira tugas pemerintah juga sebaiknya ikut mendorong partisipasi masyarakat agar bersinergi dengan pemerintah, agar semuanya bisa dilalui bersama-sama,” terangnya.

Sementara Lurah Lanna Syakhrir mengatakan, keputusan warganya mengembalikan BLT dari pemerintah karena dirinya telah mendapatkan bantuan sosial lainnya, yakni PKH.

“Saya kira ini suatu yang sangat luar bisa karena ada masyarakat yang sadar sendiri untuk mengembalikan ini. Ternyata yang dapat BLT ini atas nama suaminya namanya Taba. Sementara Daeng Saraila terima PKH,” katanya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pengurus DPK KNPI Tinggimoncong Resmi Dilantik

Penyaluran Pupuk Subsidi 18 Kecamatan di Gowa Capai 90 Persen

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar