Warga Makassar Bersatu Tolak PSEL Tamalanrea, Minta Kajian Ulang Lokasi

Warga Makassar Bersatu Tolak PSEL Tamalanrea, Minta Kajian Ulang Lokasi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Akbar menilai lokasi pembangunan PLTSa terlalu dekat dengan permukiman sehingga berpotensi memicu pencemaran udara, gangguan kesehatan, hingga menurunkan kualitas hidup warga sekitar.

“Kami tidak anti pembangunan PSEL, tetapi jangan dibangun di tengah permukiman kami. Ini menyangkut keselamatan dan masa depan warga,” katanya.

Penolakan warga semakin menguat setelah muncul pernyataan Menteri Purbaya dalam rapat Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Pembangunan (Satgas P2SP) di Jakarta yang menyebut proyek PLTSa tetap akan dibangun di Tamalanrea.

Pernyataan tersebut memicu keresahan masyarakat yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait proyek strategis tersebut.

“Pernyataan bahwa lokasi tetap di Tamalanrea membuat kami resah. Seolah suara kami tidak dianggap,” tutur Akbar.

Baca Juga

Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar mengambil posisi sebagai penyeimbang antara kebijakan pemerintah pusat dan aspirasi warga.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Pemkot sejak 2025 aktif mengawal aspirasi masyarakat yang menolak pembangunan PLTSa di kawasan padat penduduk.

Pemkot Makassar juga mendorong alternatif pemindahan lokasi pembangunan ke kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Manggala yang dinilai lebih representatif secara teknis maupun sosial.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pangan, Kementerian Infrastruktur, hingga pihak PT SUS guna mencari solusi antara percepatan proyek strategis nasional dan perlindungan ruang hidup masyarakat.

Pemkot menilai pembangunan infrastruktur energi berbasis sampah harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, partisipasi publik, serta keadilan lingkungan bagi masyarakat terdampak.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.