Warga Sulsel dan Anaknya yang Leukimia Berjuang Sembuh dari Corona di Italia

kasrina srijaya, karin srijaya,

Terkini.id, Makassar – Wabah virus corona menyebar dengan cepat dan kini menginfeksi jutaan orang di dunia. Tidak sedikit nyawa yang melayang karena virus mematikan ini.

 

Bukan itu saja, corona atau COVID-19 kini ikut berdampak pada lesunya ekonomi, hingga meningkatkan aksi kriminalitas di sejumlah negara.

 

Namun, manusia juga harus punya semangat yang besar untuk memenangkan ‘perang’ melawan virus mematikan tersebut.

Menarik untuk Anda:

 

Seorang warga Pinrang yang bermukim di Italia, Kasrina Srijaya, menyampaikan ‘perjuangannya’ untuk bisa sembuh dari virus corona COVID-19.

 

Ibu satu anak itu bisa tetap semangat untuk ‘melawan’ corona meskipun bayinya mengalami leukimia jenis JMML dan masih kontrol karena usai menjalani kemoterapi.

 

Melalui media sosialnya, Kasrina menyampaikan bahwa baru dia tahu dirinya bersama sang bayi tertular positif covid-19 setelah tes swab yang dilakukan pada 4 April 2020 lalu.

 

“Syok kah saya? TIDAK Karena dari awal saya sudah assume bahwa kemungkinan besar infeksi itu terjadi,” jelas dia.

 

Untuk bisa melawan covid-19, dia terkadang harus meninggalkan bayinya di kamar hingga nangis demi bisa memasak.

 

“Karena saya tinggal di kamar sendirian dan saya harus masak untuk kami berdua, alhasil nangis ngarru gaes. Tak seorang pun yang datang membantu untuk menenangkan baby A. Wajarlah karena mana tahu baby A juga positif,” tulis Karin, sapaan Kasrina. Selengkapnya, berikut curhat Karin yang diunggah dalam dua postingannya di media sosial:

 

 

Awal mula 29 Maret 2020

 

Sebelum nya saya ingin menginformasikan bahwa saat ini saya dan baby A sedang berada di Itali dimana kita tahu bahwa negara ini menjadi salah satu zona merah karena wabah virus corona atau CoVID 19.

Sejak minggu kedua bulan Maret dikota tempat kami tinggal sudah dilakukan lockdown dimana yang boleh beroperasi hanya Rumah Sakit, Apotek, Supermarket, Bank, Kantor pos dan beberapa instansi/ kantor yang diijinkan oleh pemerintah setempat.

Well, balik lagi di hari Minggu tersebut tepatnya tengah malam salah satu penghuni rumah tempat kami tinggal merasa ada sesuatu yang ‘aneh’ pada tenggorokan dan hidungnya. Untungnya pada hari senin adalah jadwal si anak ini untuk kontrol ke rumah sakit.

 

Dalam pikiran seluruh penghuni rumah ini kemungkinan si anak ini hanya infeksi ringan seiring dengan perubahan cuaca yang terkadang cukup ekstrim disini. Terkadang hujan, tiba tiba terik, berangin sangat dingin dan begitu seterusnya. Namun tidak seperti itu Ferguzzzo, senin sore setelah melakukan regular control ke RS ibu dari anak ini mendapatkan kabar bahwa si anak tersebut positif covid 19. Bagaikan disambar petir gaessssss. Dan akhirnya mereka pun dijemput oleh tim dokter untuk perawatan lebih lanjut.

 

Seisi rumah langsung syok bukan main, KENAPA???? Karena kami semua melakukan kontak dengan anak tersebut.

Kenapa bisa terinfeksi???

Bisa saja, Karena virus ini bisa datang dari mana saja Rumah Sakit, Bus, bahkan bisa saja datang,dari orang terdekat anda…OTG orang tanpa gejala adalah momok besar dan itulah yang paling BERBAHAYA.

 

Well, Senin Malam

Tim dokter dengan pakaian astronot nya pun datang untuk melakukan tes swab ke seluruh penghuni rumah. Maaf foto nya sudah saya hapus, takut akan menjadi momok kedepannya atau akan menimbulkan complain dari tim dokter .

 

Kepanikan pun mulai muncul, jaga jarak antar satu sama lain, anak2 sebaiknya tinggal di dalam kamar tidak boleh ada yang keluar hingga hasil swab selesai. Seluruh penghuni diwajibkan mememakai masker dan tidak ada kontak fisik satu sama lain, jaga jarak minimal satu meter, saling menghindari kumpul bersama alias bagosip ditunda dulu.

 

Untuk keluarga lain gak ada masalah ketika si ibu harus ke dapur mempersiapkan makanan. Nah yang kasian itu baby A. Karena harus saya tinggal di kamar sendirian dan saya harus masak untuk kami berdua alhasil nangis ngarru gaes. 

 

Tak seorang pun yang datang membantu untuk menenangkan baby A. Wajarlah gaesss karena mana tau baby A juga positif.

 

 

———————–

 

Selasa, 31 Maret 2020

Seluruh penghuni rumah pun berinisiatif melakukan pembersihan secara menyeluruh tanpa terkecuali sudut ruangan, toys, meja, kursi, sofa, dengan menggunakan sabun, desinfektan dan pastinya kamar masing2.

 

Rabu, 1 April 2020

Hasil swab Kami 99% negative. Alhamdulillah.

1%  positif, yah salah seorang ibu positif dan anaknya negative. Mereka pun akhirnya dijemput oleh pihak RS.

 

Tim dokter pun menginformasikan bahwa akan dilakukan tes swab kedua pada hari Jumat 3 April nanti, sementara itu tidak seorangpun diijinkan datang berkunjung atau kami keluar rumah dengan kata lain kami diisolasi.

 

Sementara itu, jaga jarak antar sesama tetap dilakukan.

 

Sabtu 4 April 2020

 

Hasil swab selesai, dan ternyata 99% positif corona. Saya dan Baby A positif corona. Kami diberi waktu satu jam untuk packing segala kebutuhan kami di RS nanti.

 

Syok kah saya??? TIDAK

 

Karena dari awal saya sudah assume bahwa kemungkinan besar terinfeksi itu terjadi.

 

Untuk gejala, pengobatan deelelnya bersambung…

 

Sudah jam 03.00 am

Selesaima sahur dan besok jadwal kontrol…Saya pamit istirahat dulu nah

 

Tabe’

Salama ‘ki

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Amerika Sudah Menyuntik 4.836.469 Dosis Vaksin Corona ke Warganya

China Pastikan Vaksin Sinopharm Buatannya Efektif Lawan Varian Baru Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar