Makassar Recover Terus Bergerak

IMPLEMENTASI dari konsep “Makassar Recover” atau Smart Emergency Protokol Againts Covid-19 and Service sebagai strategi penangan pandemi Covid-19 dan sekaligus pelayanan publik yang responsif merupakan suatu yang tepat dan inovatif dengan tujuan terbangunnya penguatan imunitas tubuh, adaptasi sosial, dan pemulihan ekonomi.

Selain dalam rangka penanangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, penerapan konsep ini juga dapat mendukung percepatan terwujudnya misi jangka panjang masyarakat Kota Makassar yaitu menjadikan Makassar sebagai “Kota Dunia”. 

Dalam mengamati perkembangan kota yang dua kali tambah baik, menunjukkan kapabilitas dan keseriusan pemimpin kota. Karena dengan dua hal tersebut (kapabilitas dan integritas), seorang pemimpin, walaupun dalam kondisi pandemi dimana ruang gerak publik dan pemerintah serba terbatas, keuangan daerah yang mengalami refoccusing untuk pengendalian laju penyebaran Covid-19, penanganan ketahahan pangan dan penyediaan jaring pengaman sosial (social savety net), tetap dapat memberikan tanggungjawab dengan bekerja tanpa henti melayani warganya. 

Baca Juga: Diduga Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina Covid-19, Anggota TNI...

Integritas dan tanggungjawab ini secara inheren merupakan prinsip terkristal dalam bagaimana Walikota Makassar Danny Pamanto bekerja memenuhi amanat rakyat. Tidak hanya dalam masa pandemi seperti ini, bahkan dalam kondisi normal, bukan saja sekarang tetapi juga pada periode pertama menjabat. Itu menunjukkan bahwa prinsip seperti itu bukanlah kamuflase melainkan genuine, yang tumbuh melalui hati nurani, pikiran dan ideologinya.

Pemimpin yang tumbuh dengan prinsip yang genuine, pasti memiliki surplus gagasan, dan gagasan-gagasan yang tumbuh tersebut akan tercermin pada visi besar kepemimpinannya (Danny-Fatma) dalam memimpin Kota Makassar. Visi besar dan genuine¬-sitas dari dua pasangan pemimpin kota Danny dan Fatma inilah yang terus menggerakkan mereka dalam bekerja terus menerus mewujudkan Kota Makassar Dua Kali Tambah Baik. 

Baca Juga: Pemprov Pastikan Perketat Protokol Kesehatan Saat Peringatan HUT ke-352 Sulsel

“Dua Kali Tambah Baik” merupakan grand design Kota Dunia dengan indikator utamanya adalah yang “Sombere” dan “Smart City”. Ini menarik karena konsep Sombere (keramahan) dan Smart City merupakan perpaduan kearifan lokal dan kecanggihan sistem kota cerdas.

Visi dan Misi besar ini bukan saja menjadi tujuan pemerintah Kota Makassar semata, melainkan menjadi tujuan semua warga Kota Makassar bahkan Sulawesi Selatan. Dengan demikian, sebagai cita-cita semua warga, sudah barang tentu semua warga juga ikut terlibat dalam mewujudkannya secara bersama-sama. Hal ini dapat dilakukan melalui membantu pemerintah kota Makassar dalam menekan laju penyebaran Covid-19 dengan tetap menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan tetap stay di rumah saja (kecuali yang mendesak).

Selain itu, mendukung pemerintah untuk mensukseskan percepatan Gerakan Vaksinasi dalam rangka mempercepat penguatan imunitas, adaptasi sosial, dan pemulihan ekonomi; mendukung pemerintah untuk membuat kota Makassar menjadi kota yang ramah. Dalam sejarak politik dan negara, tempat yang “ramah/aman” merupakan konsensus utama rakyat dalam melakukan kontrak sosial pembentukan negara. Agar kehidupan keluarga atau komunitas sosial dapat terjamin keamanan dan kenyaman hidup mereka dari serangan manusia (komunitas) lain, sebab pada dasarnya, meminjam teori Hobbes dalam “Leviathan”, manusia merupakan serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus).   

Baca Juga: Pemprov Pastikan Perketat Protokol Kesehatan Saat Peringatan HUT ke-352 Sulsel

Konsep “Kota Ramah” dapat dibangun melalui dua sektor, yaitu kultur dan infrastruktur. Pada sektor kultur, Kota Ramah dapat terwujud apabila warga yang hidup dan tinggal di dalamnya memiliki kesadaran berpikir tentang pluralisme, kesetaraan manusia, keterbukaan, dan humanisme. Ini merupakan konsep utama masyarakat urban (urban life). 

Di samping itu, juga menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, masyarakat yang taat hukum, masyarakat dengan budipekerti dan moral yang tinggi, dan dengan bertindak secara rasional.

Sedangkan dari sektor infrastruktur, Kora Ramah dapat dicapai melalui pembangunan yang memenuhi kebutuhan hak azazi manusia, peduli gender, ibu hamil, disabilitas, tunanetra, memenuhi Standar Pelanan Minimum (SPM), pembangunan yang pro terhadap perubahan iklim (climate change), pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Sekali lagi, semua ini menjadi tanggungjawab semua warga Kota Makassar, tanpa kecuali apapun profesinya, dan terutama sekali bagi anak-anak muda, mahasiswa, kelompok milenial, untuk dapat menjadi teladan bagi manusia lainnya. 

Tugas ini tidaklah mudah, namun sehebat apapun ide dan gagasan pembangunan kota, jika tidak didukung oleh warganya ide tersebut akan sulit terwujud. Begitu juga halnya dengan gagasan yang didukung, apabila tidak ada teladan, kota akan menjadi hutan rimba.

 

Baca berikutnya
Universitas Komisaris
Bagikan