“Ada satu toko yang balas pesannya cepat. Namanya Toko Apotek Nusantara 887. Saya nanya-nanya di sana, apakah obatnya ada, bisa dikirim segera atau enggak dan sebagainya,” ungkap pengakuan korban.
Setelahnya, menurut YS, admin toko tersebut meminta untuk melakukan perbincangan lebih lanjut melalui aplikasi pesan WhatsApp.
Dari situlah YS kemudian curiga karena menurutnya, melakukan percakapan di luar aplikasi merupakan pelanggaran kode etik dalam belanja online.
Ia pun mengaku menolak permintaan admin tersebut dan tidak menanggapinya kembali.
Kendati demikian, ia pun masih bingung di mana harus mencari obat yang diresepkan oleh dokter tersebut.
“Tapi masalahnya saya bingung ya, harus cari di mana lagi obat itu. Sementara si admin WA saya terus, nanya jadi beli atau enggak,” ungkap YS.
Ia pun lantas membeli satu obat strip obat antivirus tersebut seharga Rp350 ribu dengan ongkos kirim Rp20 ribu.
Ia pun mengaku bahwa obat yang dipesannya tersebut tidak datang.
Ia lantas mencoba menghubungi nomor WA tersebut akan tetapi tidak kunjung masuk dan hanya ceklis satu.
YS pun berkesimpulan bahwa pihaknya telah menjadi korban tindak penipuan obat Covid-19 di online shop.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
