Nurdin Abdullah Paparkan Strategi Penanganan Covid-19 ke Ketua Gugus Tugas Pusat

Nurdin Abdullah Paparkan Strategi Penanganan Covid-19 ke Ketua Gugus Tugas Pusat

Muh Nasruddin

Penulis

Terkini.id — Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo, berkunjung ke Makassar, Makassar 7 Juni 2020.

Ia data bersama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) ini hadir bersama Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy.

Kunjungan jajaran pemerintah pusat ini disambut langsung Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, di Posko Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, di Balai Manunggal Makassar. Dalam kesempatan itu, turut hadir Pj Wali Kota Makassar, pimpinan OPD, beserta unsur Forkopimda tingkat Sulsel.

Nurdin Abdullah mengatakan, strategi penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bersinergi dengan Forkopimda secara maksmimal. Tentu, Sulsel salah satu daerah antara yang melaksanakan PSBB di wilayah episentrum Makassar dan Gowa, karantina terpusat OTG dan ODP melalui Program Wisata Duta Covid-19, screening di pintu masuk untuk pelaku perjalanan dan tindak lanjut karantina jika Rapid Diagnostic Test (RDT) positif, screening massal di pasar dan untuk populasi bersiko lainnya, memusatkan pelayanan kesehatan dan penanganan Covid-19 di lima rumah sakit.

Untuk mendorong kesembuhan pasien juga sudah menyiapkan katering makanan bergizi yang dipantau oleh ahli gizi bagi pasien covid yang dirawat di Rumah Sakit, mengembangkan layanan rumah sakit dengan menambah kapasitas tempat tidur melalui APBD Provinsi, meningkatkan kapasitas specimen laboratorium dari 350 menjadi 800 spesimen per hari dengan menambah jumlah laboratorium pemeriksa dari tiga menjadi tujuh lab, mengatur alur rujukan RS bagi pasien covid-19 dengan menempatkan tiga RSUD sebagai RS rujukan pertama dan RS wahidin dan RS Unhas sebagai RS rujukan utama.

Baca Juga

“Untuk memutus mata rantai penularan dengan cepat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak hanya melihat pada nilai reproduksi virus Rt yang menjadi perhatian, tetapi juga melihat berbagai parameter lainnya. Misalnya tingkat kasus positif, tingkat kematian, kapasitas rumah sakit yang terisi, tren jumlah test, kesiapan fasilitas dan alat kesehatan, kondisi tenaga kesehatan; pertumbuhan ODP dan PDP dan tingkat kesembuhan pasien,” jelas Nurdin Abdullah.

Pemerintah Provinsi Sulsel sudah melakukan massive tracking, Intensive Testing dan Edukasi Aktif yang diistilahkan dengan TRISULA atau Tiga Upaya Pengendalian Covid Sulawesi Selatan.

Upaya-upaya yang dimaksud adalah dengan memisahkan yang sakit dan yang sehat, mencegah ODP menjadi PDP atau gejala ringan menjadi gejala berat karena pemantauan kesehatan yang lebih baik, membentuk Duta Covid-19 sebagai edukator di masyarakat merupakan tujuan dari Program Rekreasi Duta Covid-19 yang menjadi salah satu inovasi andalan dari Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Khusus kasus ODP dan OTG yang ada di Kabupaten/Kota hal ini juga menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi dengan mengevakuasi OTG dan ODP di kabupaten ke tempat karantina di beberapa hotel yang disiapkan pemerintah provinsi,” bebernya.

Dalam program ini, ada banyak kegiatan produktif yang dirancang untuk peserta. Misalnya, melakukan olahraga rutin setiap pagi, menyediakan nutrisi optimal, dukungan psikososial, pemantauan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.