Terkini.id, Jakarta- Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global karena banyaknya kasus yang ditemukan di sejumlah negara pada Sabtu 23 Juli 2022.
Cacar monyet sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus langka Monkeypox yang pertama kali ditemukan di Republik Demokrasi Kango pada tahun 1970.
Penyakit ini memicu sejumlah gejala seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga ruam pada kulit yang akan muncul secara bertahap.
Sebelumnya Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebutkan ada sembilan suspek pasien cacar monyet di Indonesia.
Kendati demikian, semua suspek dinyatakan negatif cacar monyet setelah melalui berbagai macam pemeriksaan.
- 2 Warga Terbukti Negatif, Wali Kota Makassar Tegaskan Tak Ada Cacar Monyet
- Cacar Monyet Sudah Masuk di Indonesia, Begini Pesan Presiden Jokowi
- Cacar Monyet Masuk Makassar, Dinkes Sulsel: Belum Terkonfirmasi
- Soal Cacar Monyet, Menkes Pastikan Penularannya Tidak Akan Setinggi Covid-19
- Darurat Kesehatan Global, Ikatan Dokter Indonesia Bentuk Satgas Cacar Monyet
Dengan ditemukannya suspek gejala cacar monyet, maka Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta untuk semua pasien yang sedang di rawat di Rumah Sakit dan mengalami gejala yang mirip dengan cacar monyet (monkeypox) untuk segera melakukan tes dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
Para dokter diminta untuk melakukan tes PCR terhadap pasien untuk mendeteksi penyakit cacar monyet.
“Segera melakukan tindak lanjut dengan tes PCR yang metode pemeriksaan virus cacar monyet dengan mendeteksi DNA virus tersebut”, ungkap Agus Dwi Susanto, Ketua Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI dikutip dari CNNIndonesia pada Rabu 27 Juli 2022.
Agus juga meminta dokter serta tenaga kesehatan untuk melaporkan ke Dinas Kesehatan setempat bilamana ada pasien dengan gejala mirip cacar monyet.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
