Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin meminta siswa membawa bekal makanan sendiri dari rumah ke sekolah. Ia juga meminta siswa yang kurang sehat tak perlu ke sekolah.
Hal itu merespons kasus Hepatitis Akut yang mengancam dunia anak dan khususnya dunia pendidikan. Pasalnya penyakit tersebut umumnya terjadi pada anak.
“Penyakit itu kan disebut-sebut ada yang bersumber dari makanan, makanya kantin sekolah belum dibuka sehingga kami sarankan agar orang tua siswa membekali anaknya dengan makanan dari rumah supaya tidak jajan sembarangan,” ucap Muhyiddin, Rabu, 11 Mei 2022.
Muhyiddin pun mengimbau seluruh sekolah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kasus ini.
“Kami minta seluruh sekolah agar laporan kesehatan anak tetap dilaporkan dalam link yang sudah disediakan. Kalau siswa sedang tidak sehat, tidak perlu ke sekolah,” ujar Muhyiddin.
- Setelah Hepatitis Akut, Waspada Serangan Cacar Monyet
- Awas! Hepatitis Anak Mengancam Keluarga Indonesia, Kenali Gejalanya Sedini Mungkin
- Kasus Hepatitis Akut Misterius Semakin Marak, KPAI : PTM Jangan 100 Persen
- Ancaman Penularan Hepatitis Akut, Epidemiolog : Mekanisme Pembelajaran Hybrid Offline dan Online Dimungkinkan
- Tidak Hanya Anak-anak, Dewasa Juga Harus Waspada Hepatitis 'Misterius'
Kendati demikian, sejauh ini kata dia, pihaknya masih berpedoman pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
“PTM tetap jalan seperti sebelumnya, mengacu pada SKB 4 Menteri karena belum ada keputusan pemerintah terkait penyakit Hepatitis akut,” jelas Muhyiddin.
Diketahui, siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sudah mulai menjalani aktivitas pembelajaran usai libur lebaran Idulfitri.
Siswa kelas 6 SD akan langsung menjalani masa ujian sekolah selama tiga hari, sementara kelas 1 sampai kelas 5 mengikuti pembelajaran dari rumah.
“Mereka masuk sekolah kembali tanggal 12. Khusus SMP, kelas 7 dan 8 itu sudah mulai belajar di sekolah. Kalau yang kelas 9 sisa menunggu hasil ujian sekolahnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Penularan Penyakit (P2P) Diskes Makassar, Adi Novisa menyebut pihaknya telah memberi imbauan kepada seluruh kepala puskesmas dan layanan kesehatan agar melaporkan jika mendapati pasien dengan gejala yang mengarah pada hepatitis akut.
“Kami juga berharap Puskesmas memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat agar dapat memahami upaya pencegahan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya telah menginstruksikan pemantauan di rumah-rumah warga.
Danny mengaku telah memerintahkan seluruh Ketua RT/RW untuk intensif mengawasi warganya terutama anak-anak yang tiba-tiba sakit.
“Jadi saya sudah perintahkanuntuk dipantau semua puskesmas di semua rumah-rumah,” kata Danny Pomanto.
Ia mengatakan tim Detektor Covid-19 siap dialihfungsikan apabila ada kasus yang terdeteksi di Makassar.
“Kan kita punya detektor kalau memang ada eskalasi tertentu. Sekarang belum ada ditemukan,” ucap Mantan Dosen Arsitek Unhas ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
