Terkini.id, Jakarta- Menjelang pelaksanaan Muktamar NU Desember mendatang, nama Yahya Cholil Staquf mencuat dipermukaan. Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) akan dilaksanakan di Lampung.
Nama Yahya Cholil Staquf disebut-sebut akan bersaing melawan incumbent yang sekarang menjadi Ketua Umum PBNU yaitu Said Aqil Siradj.
Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyowo Wibowo menilai, yang penting dalam Muktamar ke 34 NU ini adalah perlunya regenerasi kepemimpinan.
Namun, Karyono yakin dua nama tersebut memiliki kemampuan untuk memimpin organisasi yang jumlah anggotanya diperkirakan lebih dari 100 juta ini.
“Keduanya memiliki rekam jejak kepemimpinan dan kemampuan yang memadai,” ungkapnya, yang dilansir dari Tribunnews.
- Anak Gus Dur: Cak Imin Melecehkan Ketum PBNU!
- Soal Usulan Penundaan Pemilu 2024, KH Yahya Cholil: Ini Masuk Akal, Mengurangi Beban Bangsa!
- Wow! Gus Yahya Unggul 127 Suara dari Said Aqil, Sah Jadi Ketua Umum PBNU Terpilih
- Breaking News: KH Yahya Cholil Staquf Resmi Jadi Ketua Umum PBNU 2021-2026
- Gus Yahya Naik Jet Pribadi ke Muktamar NU: Sekali-Sekali Lah
Karyono juga menyatakan bahwa kini problematika yang dihadapi bukan hanya menyoal kemampuan dari para calon.
Tetapi jauh lebih dalam lagi dari itu, yaitu meneguhkan kembali dan mengimplementasikan narasi Islam nusantara sebagai pengejawantahan Islam Rahmatan Lil Alamin.
“Lebih dari itu, yang terpenting lagi adalah menyusun strategi NU ke depan dalam menjawab tantangan zaman yang multi dimensi,” katanya.
Pasalnya, dia menambahkan bahwa Era disrupsi yang berdampak sistemik di pelbagai bidang kehidupan memerlukan perhatian serius dari NU.
“Di sisi lain, menguatnya ideologi transnasional yang merusak kohesivitas sosial dan kebangsaan menjadi agenda penting yang perlu disikapi NU,” ujar Karyono.
KH. Yahya Cholil Staquf merupakan keponakan dari Pengasuh Pondok Raudlatut Thalibin, KH Mustofa Bisri atau yang akrab kita sapa Gus Mus.
Beliau mulai dikenal saat menjadi juru bicara Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan Gus Dur.
Selanjutnya, pada tahun 2014 KH. Yahya Cholil Staqufmenjadi salah satu inisiator pendiri Institut Keagamaan di California, Amerika Serikat. Istitut tersebut diberi nama Bayt Ar-Rahmah Li adDa’wa Al-Islamiyah Rahmatan Li Al-alamin yang fokus mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam.
Pada 2015 beliau terpilih sebagai Katib Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
KH. Yahya Cholil Staquf semakin dikenal setelah terpilih sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) pada 2018 untuk menggantikan KH. Hasyim Muzadi, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang wafat di tahun 2017.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
