Yayasan Sayangi Tunas Cilik Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Kampung Romangtangayya

Yayasan Sayangi Tunas Cilik
Yayasan Sayangi Tunas Cilik menyalurkan bantuan untuk anak-anak di Kampung Romangtangayya

Terkini.id, Makassar – Meski banjir yang melanda Makassar dan 12 kabupaten lainnya telah surut, namun masih ada warga yang harus menggunakan perahu untuk mengangkut bantuan ke rumah mereka.

Kampung Romangtangayya, Makassar, sebuah area yang dihuni oleh sekitar 300 warga, masih direndam banjir.

Pemukiman yang merupakan bagian dari Kelurahan Tamangapa ini tidak memiliki akses kecuali melalui sawah yang terendam banjir hingga dua meter.

Karena kondisi geografisnya yang lebih rendah dari wilayah sekililingnya, kampung ini menjadi langganan banjir setiap tahun. Per 1/29/2019 lalu, ketinggian air sudah berkurang namun warga memerlukan sampan untuk menyeberang ke wilayah yang lebih tinggi.

Melalui koordinasi dengan pemerintah setempat, Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children International mendistribusikan paket perlengkapan kebersihan kepada warga Kampung Romangtangayya pada Selasa 29 Januari 2019.

Kampung Romangtangayya
Warga Kampung Romangtangayya harus menaiki perahu untuk sampai ke rumah tempat tinggalnya

Daeng Ngitung, salah satu warga kampung tersebut, beserta dua warga lainnya menggunakan tiga sampan untuk mengangkut paket bantuan.

Daeng Ngitung mengaku kaget dengan banjir tahun ini karena kenaikan air sangat cepat.

“Setiap tahun (kampung) ini banjir terus, tapi banjir kali ini yang terparah, karena cepat sekali naik air,” ujarnya.

“Terima kasih (kepada mereka) yang sudah kasih kami bantuan. Bantuan apa saja pasti sangat bermanfaat,” sambungnya.

Selain Kampung Romangangayya, bantuan juga disalurkan ke Masjid Ni’matul Bashir

Yayasan Sayangi Tunas Cilik
Yayasan Sayangi Tunas Cilik menyalurkan bantuan untuk warga Kampung Romangtangayya

Selain di Kampung Romangangayya, distribusi paket kebersihan keluarga juga dilakukan di Masjid Ni’matul Bashir, Kelurahan Tamangapa. Paket tersebut berisi sabun, handuk, pasta gigi, pembalut, gelas, dan lainnya.

Kegiatan distribusi diawali dengan sosialisasi mengenai lima langkah untuk menghindari penyakit dan tetap sehat.

Alfrida Allo, petugas kesehatan dari Puskesmas Tamangapa menjelaskan warga perlu menerapkan lima langkah ini menjauhi penyakit baik di situasi normal maupun darurat.

Lima langkah tersebut, kata dia, adalah cuci tangan pakai sabun, menggunakan dan membersihkan kakus, minum air yang telah dimasak, memilah sampah basah dan kering, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Daeng Siama selaku Ketua RT 04 RW 05, Kelurahan Tamangapa mengatakan sosialisasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warganya akan pentingnya hidup bersih dan sehat.

“Warga biasanya kurang perhatian terhadap kebersihan dan kesehatan mereka setelah banjir. Padahal di situ mi banyak penyakit. Mudah-mudahan perlengkapan yang diberikan bisa digunakan sebaik-baiknya agar mereka tetap sehat dan kembal mencari nafkah,” harapnya.

Yayasan Sayangi Tunas Cilik beri dukungan psikologi untuk anak-anak korban banjir

Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children International juga memberikan dukungan kepada korban banjir dan tanah longsor di Jeneponto dan Gowa.

Dukungan tersebut difokuskan pada Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis, terutama pada anak-anak, serta upaya pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak.

“Dukungan ini untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak-hak dasar mereka dalam situasi pasca bencanadan juga mendorong semua pihak untuk sama-sama mengembalikan keceriaan mereka,” kata Ihwana selaku Project Manager Yayasan Sayangi Tunas Cilik.

Komentar

Rekomendasi

6 Startup MDV Wakili Makassar di Kompetisi Nasional Digital Valley

Hamzah Ahmad Ceritakan Pengalamannya Selama Menjabat Dirut PDAM Makassar, Dililit Utang Rp450 Miliar

Pilwali 2020, 2.297 Petugas Bawaslu Makassar Terjamin BPJamsostek

Gelar Rapat Koordinasi, Panitia HBH Ikatek Unhas Matangkan Persiapan EMU 2020

Sudah Diberlakukan 5 Tahun, Perda KTR Masih Butuh Sosialisasi, Ini Alasannya

Bawaslu Makassar Limpahkan Dugaan Pelanggaran None ke KASN

Soal Calon Pendamping, Deng Ical Tunggu Hasil Survei Bulan Januari

Ini Penyebab Calon Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar Tidak Lulus Berkas

PII Pusat Gelar Rapat Pleno Awal Tahun di Gedung Griya Rekayasa Indonesia

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar