Dompet Dhuafa Buka Dapur Umum dan Layanan Medis Untuk Korban Banjir Sulsel

dompet dhuafa sulsel
Dompet Dhuafa Buka Dapur Umum dan Layanan Medis Untuk Korban Banjir Sulsel

Terkini.id, Makassar – Sudah masuk hari ke-4 (empat) banjir masih menggenangi sebagian wilayah Sulsel. Hingga saat ini penanganan darurat dan pendataan masih terus dilakukan.

Pada Kamis hari ini, 24 Januari 2019, Tim Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan peralatan terbatas masih menyisir wilayah-wilayah yang mengalami dampak cukup parah.

“Tim Dompet Dhuafa SulSel membuka layanan Pos Hangat, Aksi Layanan Medis, Dapur Umum dan menerjukan ambulan untuk membantu evakuasi para korban banjir,” ujar Rahmat RH selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Sulsel lewat keterangan tertulisnya ke terkini.id, Kamis, 24 Januari 2019.

Lanjut Rahmat, Pos Dompet Dhuafa Sulsel berlokasi di dua tempat yakni Pos Tamalanrea yang beralamat di  Masjid Babul Khaer BTP Blok AE Kelurahan Katimbang Kecamatan Biringkanaya dan di Masjid Perumahan Baruga Antang.

“Untuk dapur umum berada di Warung La Macca, Samata, Gowa,” tambahnya.

Data korban dan kerusakan akibat banjir di Sulsel

Menurut data BPBD Sulawesi Selatan, hingga Kamis hari ini korban terdampak banjir, tanah longsor dan puting beliung di Sulsel, sudah 30 orang meninggal dunia, 25 orang hilang, dan 47 luka-luka.

Sementara 3.321 warga kini berada di pengungsian. Banjir juga mengakibatkan 76 unit rumah rusak, 2.694 rumah dan 11.433 hektare sawah terendam serta 9 jembatan rusak.

Di Kabupaten Jeneponto, hingga Rabu kemarin, 23 Januari 2019, banjir terjadi di 10 (sepuluh) Kecamatan dan menyebabkan korban hilang sebanyak 3 orang, meninggal 2 orang, rumah rusak berat 19 unit dan rumah hanyut sebanyak 32 unit.

Sementara di wilayah Kabupaten Gowa, banjir menyebabkan 2.121 jiwa mengungsi, dengan sebaran pengungsi yakni di Masjid Baitul Jihad Tompobalang 70 jiwa, Kelurahan Samata 200 jiwa, dan Masjid Mangngalli 200 jiwa.

Lokasi pengungsian lainnya di Gowa yakni Puskesmas Pallangga 21 jiwa, Kantor Camat Pallangga 56 jiwa,  BTN Pallangga Mas 33 jiwa, Puskesmas Kampili 6 jiwa, Masjid Nurul Iman Yabani Bonto Ramba Somba Opu 94 jiwa, Pasar Sungguminasa 600 jiwa, Gardu Induk PLN Sungguminasa 40 jiwa, Pandang-pandang 120 jiwa, Bukit Tamarunang 160 jiwa, dan Kompleks RPH Tamarunang 521 jiwa.

Untuk wilayah Kabupaten Maros, banjir telah menyebabkan 400 Kepala Keluarga di Kecamatan Moncongloe terdampak dan 200 jiwa mengungsi, serta sekitar 400 unit rumah mengalami kerusakan.

Banjirpun berimbas pada sawah dan kebun terdampak di Kecamatan Mandai dengan luas 1.525 hektare, di wilayah Kecamatan Maros seluas 675 hektare, di Kecamatan Tanralili seluas 2.182 hektare dan wilayah Kecamatan Bantimurung seluas 3.964 hektare.

Komentar

Rekomendasi

Kasubag Zulkiflie Meninggal Diduga Corona,  Pemkot Bakal Lakukan Rapid Tes Pegawai

Bantuan Terus Berdatangan di Posko Induk Covid-19 Makassar

Kabar Duka, Satu Pegawai Pemkot Makassar Meninggal Dunia Usai PDP Corona

Dekan FTI UMI Minta Pemkot Berdayakan Pelaku UMKM Produksi Masker

Lawan Corona, PMI Semprot Disinfektan Ribuan Lokasi di Makassar

PMI Makassar: Kerja Gugus Tugas Covid-19 Tak Ada Artinya Jika Warga Tetap Keluar Rumah

Dampak Covid-19, Dispar Makassar Perpanjang Penutupan Sementara Industri Pariwisata

PMI: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar