Yuk Kenali Perbedaan dan Penanganan Epilepsi dan Kejang Demam pada Anak

Yuk Kenali Perbedaan dan Penanganan Epilepsi dan Kejang Demam pada Anak

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

“Karena ada beberapa penelitian yang sedang mengembangkan ini,” ungkap Lilian Triana, Dokter Spesialis Neurologi, Konsultan Neuropediatri. 

Adapun mencegah epilepsi dengan kopi adalah mitos. Hal ini terungkap pada sesi tanya jawab.

Pada sesi edukasi selanjutnya akan kedua penyakit tersebut, adanya hal berbeda di sisi pengobatan yang terkadang kejang demam cukup diberikan obat penurun panas (yang berdurasi singkat) namun konsumsi obat antiepilepsi pada pasien terdiagnosa harus rutin setiap hari yang bertujuan kestabilan kadar obat pada tubuh pasien serta akan menurunkan frekuensi ‘kambuh’. 

Konsultasi secara intensif dan berkelanjutan kepada dokter merupakan cara terbaik agar kejang demam pada anak dapat dihindari pun pada penangan epilepsi yang  perlu pengobatan spesifik dalam jangka waktu tertentu sesuai aturan kelompok studi epilepsi. 

 “Pahami akan kejang demam tidak selalu berujung atau menjadi epilepsi,”ungkap dr Lilian Triana Limoa M.kes Sp.N(K)., 

Baca Juga

Operasi Bagian Saraf Otak Jika Konsumsi Obat Tidak Berdampak

dr Lilia juga turut menekankan, apabila dalam masa penyembuhan seorang pasien yang telah teratur meminum kombinasi beberapa obat anti bangkitan epilepsi, namun episode kejang masih sering terjadi, maka alternatif pembedahan dapat dilakukan.

 “Patut dipahami para orangtua, bahwa Epilepsi adalah kondisi yang lebih berbahaya dan akan sangat menggangu tumbuh kembang anak. Karenanya, epilepsi perlu diobati agar pasien dapat beraktivitas normal kembali, dan kerusakan otak yang lebih parah dapat dihindari,”sambung Lilian Triana mengingatkan. 

Di akhir sesi edukasi, Lilian Triana kembali mengingatkan, apabila anak mengalami tanda epilepsi, kejang berulang yg tidak dipicu demam, kejang demam berulang dengan durasi panjang, agar segera melakukan konsultasi. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.