Yusuf Muhammad Geram: Demi Label ‘Wisata Halal’ Sampai Anjing Harus Jadi Tumbal atas Kebiadaban Kalian

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media soial, Yusuf Muhammad merasa geram dengan pihak-pihak yang sampai “menumbalkan” anjing demi label wisata halal.

Yusuf Muhammad menyindir bahwa oknum-oknum itu mengaku manusia, namun kelakuannya lebih biadab daripada anjing yang menurutnya disiksa.

“Kalian manusia atau binatang, sih?” katanya melalui akun Twitter @yusuf_dumdum_ pada Senin, 25 Oktober 2021.

Baca Juga: Sindir Jonru Ginting Soal Toilet Gratis, Yusuf Muhammad: Gantikan Saja...

“Demi label ‘wisata halal’ sampai Anjing harus menjadi tumbal atas kebiadaban kalian,” sambungnya.

Host Cokro TV itu menyinggung “labelnya wisata halal, tapi justru membangkitkan perilaku bringas melebihi hewan liar”.

Baca Juga: Anwar Abbas Sebut Pembentukan Cyber Army Hukumnya Halal, YM Sindir:...

Sebagaimana diketahui, belakangan sempat viral soal anjing bernama “Canon” yang mati saat dipindahkan dari Pulau Banyak ke daratan Aceh Singkil dengan dalih wisata halal.

Dilansir dari Detik News, anjing itu meninggal saat dipindahkan oleh Satpol PP sehingga mengundang banyak kritikan dari netizen dan berbagai pihak.

Mereka yang mengkritik bahwa hal yang terjadi pada Canon adalah suatu bentuk penyiksaan dan pihak yang memindahkannya harus bertanggung jawab.

Baca Juga: Anwar Abbas Sebut Pembentukan Cyber Army Hukumnya Halal, YM Sindir:...

Adapun pihak Satpol PP telah menjelaskan sisi mereka atas kejadian yang menuasi kontroversi tersebut.

Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Ahmad Yani menjelaskan bahwa saat melakukan proses pemindahan, pihaknya mengikat anjing tersebut dengan rantai dan dimasukkan ke keranjang kol.

“Keranjang itu diikat biar nggak pecah,” katanya saat dimintai konfirmasi pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

Adapun soal narasi salah satu di akun Twitter bahwa mulut anjing tersebut diikat, Kasatpol menepis dengan tegas,

“Kalau memang diikat mulutnya, dari sana sudah mati. Itu pembunuhan namanya. Nggak ada kita ikat mulutnya, siapa pula yang berani pegang anjing itu. Yang berani itu kan tuannya,” jelasnya.

Kemudian, Ahmad juga menerangkan bahwa proses penangkapan anjing itu disaksikan oleh pengelola resort.

Menurutnya, anjing bernama Canon itu dievakuasi ke daratan Singkil untuk diserahkan kembali ke pemiliknya.

“Sampai ke kantor, anjingnya sudah mati. Kemudian kita lapor ke Sekda dan anjingnya kita kuburkan,” jelasnya.

Ahmad mengatakan, sebenarnya ada dua anjing pemilik resor yang dievakuasi; satu anjing betina hidup dan sempat dipelihara di kantor Satpol PP sebelum akhirnya diambil pemilik.

“Anjing betina kita pelihara, kita kasih makan telur dan nasi. Itu anggota yang rawat dan sudah kita serahkan ke pemiliknya,” tuturnya

Bagikan