Terkini.id, New York – Ledakan jumlah korban meninggal dunia yang sangat besar terjadi di Amerika Serikat. Cuma dalam waktu kurang dari 24 jam lebih dari 1.700 penderita Virus Corona atau COVID-19 wafat.
Dari data terbaru yang disiarkan CSSE University Johns Hopkin, hingga pukul 23:00 WIB, Minggu 12 April 2020, jumlah warga Amerika yang meninggal akibat corona sudah mencapai 20.646 jiwa.
Jumlah ini melonjak tinggi dari saat pertama kali Amerika menyalip posisi Italia di peringkat 1 sebagai negara dengan angka kematian tertinggi corona di dunia.
Saat itu, yakni pada pukul 23.00 WIB, Sabtu 11 April 2020, saat itu jumlah penderita yang meninggal masih sebanyak 18.860 jiwa. Jika dihitung-hitung maka selama 24 jam sudah 1.786 meninggal dunia akibat corona.
Jumlah penderita positif corona juga meledak tinggi, kini 530.830 orang sudah terinfeksi. Padahal kemarin masih 503.594 orang. Jumlah penderita melonjak 27.236 orang.
- Produk UMKM Bulukumba Dipuji, Stand Dekranasda Dikunjungi Mendagri Tito Karnavian
- Meski Kemarau Meluas, BMKG Prediksi Sulawesi Selatan Masih Diguyur Hujan
- Asmo Sulsel Siapkan Garda Terdepan Penjualan New Honda Vario Evo 160 Lewat Edukasi #Cari_Aman
- Ketua TP PKK Gowa Terima Penghargaan Zero Dose, Komitmen Perkuat Imunisasi Anak
- HUT Dekranas 2026 dan HKG PKK Dongkrak Okupansi Hotel di Makassar hingga 90 Persen
Dengan data ini selain menjadi pusat penularan virus corona terbesar dunia, Amerika juga jadi ladang kematian corona terparah dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
