Terkini.id, Jakarta – Kabar baik, epidemiolog ini nilai PPKM Jabodetabek layak turun ke level 2. Rundungan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun lamanya, membuahkan berbagai kebijakan dari pemerintah guna mengeradikasi virus corona itu sendiri. Ini termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Seperti diketahui, status PPKM akan ditentukan hari ini. Wilayah Jabodetabek yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi yang berstatus level 3, dinilai layak turun ke level 2.
Epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan, community transmission virus corona (Covid-19) di Jabodetabek sudah membaik. Oleh karena itu, daerah Jabodetabek sudah dapat turun level.
Menurutnya, Jabodetabek saat ini sudah layak dan ini ditunjang dengan penurunan level community transmission ke level 1.
“Jadi secara indikator, epidemiologi, sudah mendukung. Saya kira kesiapan di masyarakat juga sudah baik,” terang Dicky saat dihubungi wartawan pada Minggu 19 September 2021.
- PPKM Diperpanjang, Epidemiolog: Mudik Lebaran Diizinkan untuk Apa PPKM Diperpanjang
- Jangan Euforia Dulu, Epidemiolog Griffith University Peringatkan Gelombang Ketiga Covid-19 di RI
- This Epidemiologist Says Indonesia Has the Potential To Experience Corona Hyperendemic, What Is It?
- Epidemiolog Ini Bilang Indonesia Berpotensi Alami Hiperendemi Corona, Apa Itu?
- Epidemiolog Sarankan PPKM Level 4 Dilanjutkan, Ini Alasannya
Kemarin, seperti dilansir dari detikcom, Senin 20 September 2021, Dicky menjawab pertanyaan wartawan apakah status PPKM Jabodetabek layak menjadi level 2.
“Community transmission level 1 artinya, kurang dari 20 kasus infeksi per 10 ribu penduduk. Artinya, masih ada penularan di komunitas yang sebetulnya belum terdeteksi,” imbuhnya.
Selanjutnya, sebut Dicky, penurunan level di Jabodetabek, khususnya di Jakarta juga didukung faktor vaksinasi. Kendati demikian, penurunan level di luar Jabodetabek dengan patokan vaksinasi akan sulit.
“Kalau ini juga diperhitungkan dengan vaksinasi. Semua daerah akan berubah. Memperhatikan Jakarta, Jabodetabek lebih mudah ke level 2. Tetapi, daerah lain akan memerlukan waktu karena dosis dua yang jadi rujukan,” jelasnya.
Sekadar informasi, jika dilihat dari data milik Pemprov DKI Jakarta pada laman corona.jakarta.go.id, program vaksin pertama di DKI Jakarta telah mencapai 10.221.172 dosis, atau 114,4 persen dari target 8,8 juta dosis.
Sementara itu, program vaksinasi kedua adalah 7.407.335 dosis vaksin atau 82,8 persen dari target.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
