10 Kepala Pasar di Makassar Dicopot Jelang Pilwali, Dinilai Sarat Kepentingan Politis

Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya Basdir

Terkini.id, Makassar – Sejumlah pihak menilai pencopotan 10 kepala pasar di Makassar bermuatan politis. Sebab dilakukan menjelang pemilihan Wali Kota Makassar. 

Selain itu, pemilihan proses pemilihan kepala pasar yang baru disebut janggal.

Menanggapi itu, Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya Basdir beralasan, hal itu merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan rekomendasi dari inspektorat.

“Hasil rekomendasi dari inspektorat. Ada yang pensiun, lewat usia, tidak memenuhi syarat, ada masih pegawai kontrak jabatan kepala pasar. Tidak bisa,” kata Basdir, Kamis 6 Agustus 2020.

Basdir menyebut dari 18 kepala pasar hanya 10 yang dilakukan pergantian. Selebihnya hanya dipindah tempat, namun sebelumnya dilakukan pengisian sebagai pelaksana tugas (Plt).

Menarik untuk Anda:

“Tidak semua kita copot, cuman kan kita kemarin kita Plt-kan semua, baru kita kasih ikut tes. Ada juga incumbent lolos, yang penting memenuhi syarat semua toh,” tandasnya.

Sementara, IR, salah satu mantan Kepala Pasar menduga pencopotannya erat kaitannya dengan politik, sebab dirinya tak tahu alasan direksi menggantinya.

“Saya juga tidak tau apa alasannya saya dicopot, mungkin karena ada unsur politiknya, yah ditaumi toh siapa-siapa sekarang di direksi,” kata dia.

IR melihat beberapa kejanggalan, salah satunya yakni ada sejumlah kepala pasar yang diangkat namun tidak mengikuti proses lelang jabatan.

“Kemarin waktu lelang jabatan, terus ada 3 orang tidak ikut lelang jabatan, dan kenapa bisa dapat jabatan?” tanyanya.

Sedangkan yang paling mengejutkan, kata dia, adalah sebagian besar yang diangkat menjadi kepala pasar yang baru merupakan kerabat dekat para Direksi PD Pasar.

“Saya 76 orang ikut lelang kembali, saya liat semua orang, dan ternyata yang diangkat hampir semua kerabat para direksi dan orang-orang yang bermasalah. Saya punya datanya pak,” tambahnya.

Sementara, Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Mario David mengaku pergantian dalam oraganisasi adalah hal yang biasa, selama itu tak ada kaitannya dengan politik.

“Kalau berdasarkan kinerja kita apresiasi. Itu kan hak manajamen, kalau ada yang kurang bagus kinerjanya harus diganti,” kata Mario.

Namun bila pergantian kepala pasar lantaran ada unsur politik, Mario menilai justru yang harus dievaluasi adalah jajaran direksinya.

“Catatan, kalau ternyata jajaran direksi mengganti ada kaitannya dengan politik maka justru yang harus dievaluasi adalah jajaran direksinya,” ungkap Mario.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tes Usap Massal di Kecamatan Tallo, Dinkes Makassar: 30 Orang Terpapar Covid-19

Pernah Kawal Kepemimpinan Danny Pomanto di Parlemen, Begini Kata Mudzakkir

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar