130.556 Merchant, BI Sulsel: Makassar Menjadi Kontributor QRIS Terbanyak di Sulsel

Terkini.id, Makassar – Selama pandemi, metode pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulsel mengalami peningkatan sebesar 65 persen.

Covid-19 dinilai mengakselerasi adopsi digital customer, merchant, dan digital payment. 

Saat ini, jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Sulsel sebesar 250.807. Hal itu mengalami pertumbuhan (MTM) 9,39 persen. 

Baca Juga: Bangkitkan Jiwa Nasionalis Pemuda, Perkumpulan HPHA Sulsel Tanam Pohon di...

Pertumbuhan merchant QRIS di Sulsel menempati posisi ke-8 secara nasional. Berada di atas Bali dan di bawah Yogyakarta.

Sementara Makassar masuk sebagai kota yang paling banyak menggunakan QRIS di Sulsel. Makassar menjadi kontributor merchant QRIS terbanyak dengan pangsa 52,1 persen atau 130.556 merchant.

Baca Juga: Perjuangan Wanita Asal Sulsel, Rintis Usaha Skincare di Tengah Pandemi...

Disusul Parepare dengan jumlah merchant 25.682 atau 10,2 persen dan Gowa dengan merchant 17.100 dengan pangsa 6,8 persen.

Plt Kepala BI Sulsel Iwan Setiawan mengatakan pertumbuhan merchant QRIS berada di atas rata-rata nasional baik secara tahunan (129,3 persen Sulsel; 9,61 nasional) maupun bulanan (9,39 persen Sulsel; 7,13 persen nasional.

“Sulsel berada di Kawasan Timur Indonesia, itu tidak gampang, tapi kita bisa mengalahkan provinsi-provinsi besar di Indonesia,” kata Iwan, Selasa, 24 Agustus 2021.

Baca Juga: Perjuangan Wanita Asal Sulsel, Rintis Usaha Skincare di Tengah Pandemi...

Saat ini, kata dia, BI Sulsel terus menggalakkan literasi digital untuk memperkenalkan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang aman.

Adapun manfaat QRIS, yakni bisa menerima pembayaran secara higenis karena tidak perlu lagi melakukan sentuhan langsung dengan uang-uang tunai. Pihak merchant yang menyediakan QRIS bisa mengetahui berbagai transaksi serta waktunya.

“Dengan adanya QRIS kita tidak perlu memberikan dan menyiapkan uang kembalian. Kalau biasanya kita selalu harus menyediakan uang kembalian, saat ini tidak perlu lagi,” jelasnya.

Terkait langkah-langkah untuk meningkatkan penyebaran QRIS di Sulsel, Iwan mengatakan pihaknya melakukan road show di beberapa kota di Sulsel untuk melakukan edukasi dan pengenalan.

“Meng-QRIS-kan kafe-kafe, rumah ibadah, tempat-tempat wisata, UMKM, pedagang-pedagang eceran,” ungkapnya.

Bagikan