Terkini.id, Makassar – Pendidikan di Kota Makassar mengalami dilema di tengah peningkatan kasus Covid-19. Untuk itu, pemerintah kota bakal mengenalkan sistem pembelajaran campuran, daring dan luring atau dikenal dengan istilah blended learning.
Pasalnya, sekolah tatap muka secara total belum memungkinkan dilakukan di tengah peningkatan kasus Covid-19. Di sisi lain, penerapan pembelajaran secara daring belum bisa berjalan secara maksimal.
Menanggapi itu, Anggota Komisi D DPRD Makassar Al Hidayat Syamsu menyebut pemerintah terlalu terburu-buru dalam menggelar kembali rencana pembelajaran tatap muka melalui sistem blended tersebut.
“Pemerintah tidak boleh bertaruh dengan situasi saat ini, lebih baik menghindari ketidakpastian yang beresiko untuk menghindari adanya korban,” kata Hidayat, Jumat, 22 Januari 2021.
Legislator PDIP itu, mengatakan pemerintah semestinya mencari solusi agar pembelajaran secara daring bisa berjalan optimal.
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 30.369 Peminat SNBT 2026, Plt Rektor UNM Ingatkan Waspada Joki dan Penipuan
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
Hidayat menilai, Dinas Pendidikan seolah-olah sudah kehilangan kreatifitas untuk membuat pembelajaran daring jadi lebih baik.
“Yah bisa saja kalau mau tapi apa yang kita sampaikan kemarin kesiapannya itu harus ada dulu, semisal jaminan keamanan dan sebagainya,” lanjut legislator PDI-Perjangan ini.
Lebih lanjut, kata dia, pembelajaran secara daring perlu didorong kembali.
Sementara, Anggota Komisi D DPRD Makassar, Irwan Djafar mengatakan banyak keluhan dari orang tua siswa. Sebab, sistem pembelajaran daring belum sepenuhnya optimal.
Sehingga, legislator NasDem itu mengatakan pembelajaran blended diharapkan menjadi langkah awal dalam menggelar pembelajaran luring secara kelurahan agar pendidikan di Makassar kembali optimal.
“Memang gagasan ini, kalau saya memang perlu, kita setuju aja, kita mau melihat pendidikan ini baik, inikan banyak masalah kemarin (daring),” kata Irwan.
Dengan adanya sistim ini, kata Irwan, mampu menghidupkan kebiasaan lama siswa, semisal bangun pagi. Selain itu, kompetensi yang dihasilkan siswa selama ini menurun.
“Hal itu memperburuk citra pendidikan di Kota Makassar yang sebelumnya sudah anjlok sejak diaudit oleh BPK di awal tahun 2020 lalu,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
