Terkini.id, Jakarta- Wacana penundaan pemilu 2024 menjadi polemik besar dalam roda demokrasi Indonesia. Aksi besar-besaran mahasiswa untuk menola wacana tersebut dilakukan bertubi-tubi di sejumlah daerah. Namun, siapa sangka, ternyata ada dua partai yang diuntungkan.
Pengamat politik, Bossman Mardigu alias Mardigu Wowiek Prasantyo menyebut dalam survei terkini ada dua partai yang mengalami kenaikan suara masyarakat di tengah gejolak penundaan pemilu 2024.
“Ada dua partai suaranya naik tinggi luar biasa dan banyak partai suaranya berkurang jauh,” kata Bossman Mardigu dalam video yang diunggah kanal Youtube Bossman Mardigu pada Jumat 15 April 2022.
Hasil survei menerangkan, suara PDIP mengalami kenaikan ke 21 persen dan Partai Demokrat mengalami kenaikan ke angka 12 persen. Sementara partai pendukung lainnya mengalami penurunan suara, kata Bossman.
“Jika semua ini (wacana penundaan pemilu sampai perpanjangan masa jabatan presiden) didiamkan sampai tahun 2024, maka diperkirakan partai demokrat akan terus naik suaranya begitu juga PDIP,” terang Bossman.
Bossman mengatakan, meskipun PDIP merupakan partai pendukung utama pemerintah, namun mereka berkesan hanya menjadi partai pendukung pemerintah saja, bukan partai utama pemerintah.
“Padahal PDIP adalah partainya Pak Jokowi,” ujar Bossman.
Kenaikan suara ini menurutnya, disebabkan orang-orang non partai di sekeliling presiden yang mendominasi kebijakan untuk kepentingannya.
“PDIP kemudian mengambil langkah menjaga jarak dan berhasil mencitrakan hal tersebut,” ungkap Bossman.
“Jadi suara PDIP naik dan suara Demokrat naik adalah respon dari ketidaksukaan masyarakat terhadap kebijakan orang-orang non partai di sekeliling istana,” imbuhnya.
Sebelumnya diketahui, wacana penundaan pemilu yang menjadi polemik masyarakat dan ditolak tegas mahasiswa digaungkan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.
Dia menyatakan, ada 110 juta orang dalam big datanya yang menghendaki pemilu 2024 ditunda.
“Kita kan punya big data, saya ini ingin lihat, kita punya big data dari big data itu kira-kira meng-gribe 100 juta. Iya, serius 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira orang 110 jutalah” tegas Luhut dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, dilihat pada Kamis, 17 Maret 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
