Terkini.id, Jakarta – Dua puluh tahun lamanya diblokir, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akhirnya mengantongi visa dari Amerika Serikat. Prabowo akan memenuhi undangan ke Amerika Serikat (AS) pada medio Oktober 2020 ini.
Hubungan ‘hangat dingin’ Prabowo dengan AS berawal saat Prabowo yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus serta Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dianggap bertanggung jawab atas penghilangan paksa sejumlah aktivis pada 1997-1998 silam.
Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada 1999. Isu pelanggaran HAM menghinggapi Prabowo.
Sejak saat itu, tersiar kabar bahwa Prabowo ditolak masuk AS lantaran isu pelanggaran HAM itu. Pada tahun 2000 silam, Prabowo ditolak masuk AS.
Saat itu, Prabowo berencana menuju Amerika Serikat menghadiri wisuda anaknya, Regowo Hediprasetyo atau Didit.
- DPRD Sulsel Dalami Polemik Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Bantah Tes Bahasa Daerah Jadi Penentu
- Wali Kota Makassar Dukung Penuh Delegasi Paskibraka Menuju Seleksi Nasional 2026
- Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Wilayah Sulsel
- Laba Tumbuh 32 Persen, PT Vale Lanjutkan Transformasi sebagai Perusahaan Mineral Berkelanjutan
- Komisi IX DPR RI Himpun Masukan RUU Ketenagakerjaan di Sulteng, BPJS Tekankan Perlindungan Pekerja
Tidak jelas alasan Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo pada waktu itu. Laporan New York Times pada Maret 2014 menyampaikan, Washington sempat menjauhkan diri dari para pendukung Soeharto setelah jatuhnya rezim Orde Baru.
Penolakan tersebut berlangsung hingga dua dasawarsa lamanya.
Kini, tersiar kabar bahwa Prabowo sudah diizinkan lagi untuk masuk ke AS. Kabar tersebut datang dari laporan yang dirilis oleh Politico pada Selasa 6 Oktober 2020.
Dalam laporan tersebut, wartawan Politico Nahal Toosi mengutip sumber Departemen Luar Negeri AS soal pemberian visa ke Menhan Prabowo.
“Departemen Luar Negeri telah memutuskan untuk memberikan visa kepada Menteri Pertahanan PRABOWO SUBIANTO untuk memasuki AS, menurut seseorang yang mengetahui tindakan departemen tersebut,” tulis laporan itu.
Toosi juga mengatakan bahwa Prabowo diperkirakan akan berkunjung sekitar akhir bulan Oktober ini.
“Prabowo diperkirakan akan berkunjung sekitar akhir bulan ini. Dia telah lama masuk daftar hitam AS karena dugaan perannya dalam pelanggaran hak asasi manusia sejak beberapa dekade lalu,” lanjutnya.
Kendati demikian, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar, mengutip aturan kerahasiaan yang mengatur visa.
Kini, Kemenhan RI memastikan Prabowo akan berangkat setelah diundang ke AS.
“Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto diundang oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper untuk berkunjung ke Amerika Serikat pada tanggal 15-19 Oktober 2020,” kata Dahnil Anzar dalam keterangan tertulisnya, Kamis 8 Oktober 2020 dikutip dari detikcom.
Dahnil menjelaskan isi undangan Prabowo Subianto untuk datang ke AS. “Undangan ini untuk melanjutkan pembicaraan detail terkait kerja sama bilateral bidang pertahanan,” ucap Dahnil.
Kemenhan Jawab Kabar Prabowo Dapat Visa Masuk AS
Dahnil menegaskan Indonesia tak terlibat aliansi militer dengan asing. Prabowo hanya menjalankan tugas diplomasi pertahanan untuk berkunjung ke AS.
“Sesuai prinsip politik bebas aktif dan tidak terlibat aliansi militer dengan negara mana pun, namun menjaga kedekatan yang sama dengan semua negara, Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, selama ini aktif melakukan diplomasi pertahanan ke berbagai negara termasuk Amerika Serikat,” papar Dahnil.
“Oleh sebab itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan memenuhi undangan resmi Pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper tersebut,” imbuh Dahnil.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
