2020, BI Prediksi Ekonomi Sulsel Bakal Lebih Baik dari Tahun Ini

Terkini.id, Makassar – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 menyampaikan evaluasi kinerja ekonomi 2019 dan prospek ekonomi serta arah kebijakan BI ke depan.

Ia mengatakan perkembangan kondisi ekonomi global tengah mengalami perlambatan akibat perang dagang dan “musim dingin telah tiba” sehingga Indonesia harus siap menghadapinya.

“Harus ada kerjasama antara BI, pemerintah, OJK dan instansi lain. Harus ada sinergi dan bersama-sama. Itu poinnya,” kata dia saat menggelar konferensi pers di Hotel Claro, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Kamis, 5 Desember 2019.

Baca Juga: BI Siapkan Rp3,4 Triliun untuk Kebutuhan Natal dan Akhir Tahun...

Selama ini, Bambang menerangkan bahwa BI, pemerintah daerah, dan perbankan serta OJK selalu bersama dan bersinergi untuk memajukan perekonomian di Sulsel yang lebih baik.

“Dengan cara koordinasi, namun harus ada tambahan inovasi dan transportasi karena kalau tidak, maka kita akan ketinggalan,” ujar dia.

Baca Juga: Optimalkan Transaksi Kliring, BI Tambah Waktu Setelmen Jadi 9 Kali...

Bambang pun memprediksi ekonomi Sulsel bakal lebih baik dari tahun sebelumnya. Ia melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan, antara lain sektor perikanan dan kelautan.

Selain itu, ia mengatakan potensi dari sektor pertanian dan pariwisata juga perlu diperkuat. Apalagi, kata dia, hal itu pernah disinggung presiden Joko Widodo sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi.

Sementara, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi. Sudirman Sulaiman mengatakan sinergitas dari seluruh otoritas terkait bukan hanya sekadar bicara saja namun harus ada aksi nyata.

Baca Juga: Optimalkan Transaksi Kliring, BI Tambah Waktu Setelmen Jadi 9 Kali...

“Harus ada sentralisasi program, contohnya kita bangun di Seko itu melalui sinergitas dengan mengundang APBN masuk, provinsi dan mengundang orang australia untuk datang melihat langsung,” kata dia.

Kendati begitu, dia menilai, tak semua tempat bisa dilakukan hal serupa lantaran transportasi yang belum merata. Harus melalui tahap demi tahap.

“Tapi kalau kota besar macam Makassar itu sudah bisa,” paparnya.

Andi Sudirman mengatakan banyak program yang tak bisa berkembang bila hanya dikelola satu intitusi. Tetapi bila terjadi kerjasama dan melibatkan swasta dan investor maka prosesnya jauh lebih cepat.

Bagikan