PIhaknya pun menuding adanya keterlibatan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir. KBRI yang seharusnya membela rakyatnya, justru diduga pihak yang meminta mahasiswa tersebut ditangkap.
Bunyamin mengaku mendapat informasi bahwa ketiga mahasiswa itu ditangkap atas permintaan pihak KBRI Kairo kepada otoritas keamanan setempat. Ironisnya, ketiganya saat ditangkap dilakukan bak penangkapan pelaku tindak pidana terorisme.
“Saya sudah coba komunikasi dengan KBRI tapi tidak ada titik temu. Saya memang dapat kabar kalau polisi disana menangkap ketiga mahasiswa ini atas permintaan KBRI,” ucapnya.
“Anehnya ketika mahasiswa ini ditangkap oleh polisi dengan membawa senjata lengkap. Pertanyaan saya isi permintaan atau perintah penangkapan ini atas dasar apa? Jangan sampai tuduhan teroris,” imbuhnya.
Bunyamin mengaku sempat berusaha meminta KBRI Kairo untuk berupaya membebaskan ketiga mahasiswa ini. Namun upayanya tersebut mentah.
- Biaya Haji Furoda Tembus Hingga 300 Juta Rupiah, Kok Bisa?
- Puluhan WNI Gagal Naik Haji, Kena Deportasi karena Visa Tak Resmi
- Pasang Badan Bela UAS Usai Dideportasi Singapura, Fadli Zon: Sangat Tidak Pantas! Penghinaan!
- Usai Dideportasi, UAS Bongkar Sejarah Singapura: Mereka Pendatang! Pendiri Bangsanya Pakai Peci ....
- Bela UAS, Anggota DPR RI: Singapura Itu Ujung Tombak Yahudi, Zionis!
“Sudah, saya sudah berusaha komunikasi dengan pihak KBRI tapi tetap saja ketiganya dideportasi. Padahal mereka ini kan sedang menuntut ilmu di sana,” ucapnya.
Adapun pihak KBRI Kairo masih sedang menyiapkan rilis terkait deportasi mahasiswa tersebut. (sumber: liputan6.com)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
